Melalui kolaborasi ini, potensi tambahan kapasitas diperkirakan dapat mencapai hingga 1.130 MW, yang berasal dari wilayah kerja yang telah berproduksi maupun area prospektif baru.
Langkah ini sekaligus menegaskan kontribusi PGE dalam mendukung target perluasan kapasitas pembangkit berbasis energi baru terbarukan sampai 76 persen pada periode 2025-2034 sebagaimana tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).
Melalui berbagai upaya ini, PGE berupaya memastikan bahwa manfaat pemanfaatan energi panas bumi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat Indonesia.
Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.











