Menu

Mode Gelap
Tari Topeng Cirebon, Menyuguhkan Keindahan dalam Gerak Disabilitas Daksa, Doktor UNAIR Raih IPK Sempurna 4,00 Agro Eduwisata Organik Mulyaharja, Rekomendasi Wisata Edukasi di Bogor DPRD Kota Bekasi Dorong Evaluasi dan Komitmen Pendidikan Berkualitas Presiden Prabowo Umumkan Paket Perlindungan Pekerja Pengangguran 7,2 Persen, DPRD Kota Bekasi: Ini Prioritas Darurat

News

Rumah Firli Bahuri Digeledah Polda Metro Jaya

badge-check


					Rumah Firli Bahuri Digeledah Polda Metro Jaya Perbesar

Matras News – Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan pihaknya belum mendapat informasi terkait isu digeledahnya kediaman ketua Ketua Komisi Pemberantasan (KPK) Firli Bahuri di Villa Galaxy, Jaka Setia, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Penggeledahan tersebut dikabarkan terkait dengan kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oleh pimpinan KPK dalam penanganan kasus korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2021.

“Sampai saat ini belum ada informasi, saya belum mendapatkan informasi dari penyidik. Saya minta teman-teman tetap menunggu,” ujar Trunoyudo pada awak media di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (10/10/2023).

Selain itu, Trunoyudo mengaku dirinya belum ada perkembangan terbaru terkait perkembangan kasus tersebut.

Karena itu, ia meminta agar publik dapat menunggu perkembangan penyidik yang tengah mengusut kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oleh pimpinan KPK terhadap Syahrul Yasin Limpo (SYL) ketika masih menjabat sebagai Menteri Kementerian (Mentan).

“Kita tunggu dari penyidik. Semua jawaban kita tunggu dari penyidik,” kata Trunoyudo.

Dalam kasus ini, penyidik Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah menaikan status kasus tersebut ke penyidikan.

Kasus ini berawal dari aduan masyarakat atau Dumas perihal adanya dugaan tindak pidana pemerasan yang dilakukan oleh pimpinan KPK. SYL sendiri sudah dimintai keterangan sebanyak tiga kali terkait kasus ini. 

“Selanjutnya direkomendasikan untuk dinaikkan status dari penyelidikan ke tahap penyidikan,” tegas Direktur Reserse Krimina Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Ade Safri Simanjuntak, akhir pekan lalu.

Ade Safri menjelaskan, kenaikan ke tahap penyidikan diputuskan usai dilakukannya gelar perkara, pada Jumat (6/10/2023). Namun demikian, pihaknya belum dapat mengungkapkan identitas pimpinan KPK yang melakukan pemerasan tersebut. 

“Selanjutnya akan diterbitkan sprint penyidikan utnuk melakukan serangkaian tindakan penyidikan,” kata Ade Safri.

Ketua KPK Firli Bahuri sudah membantah dirinya dan jajaran pimpinan lainnya melakukan pemerasan kepada pihak Kementan. Firli juga menegaskan tindakan pemerasan tidak pernah dilakukan oleh pimpinan KPK, termasuk dirinya.

“Begitu banyak perkara korupsi yang sedang diselesaikan KPK. Sangat mungkin saat ini para koruptor bersatu melakukan serangan, apa yang kita kenal dengan istilah when the corruptors strike back, namun kami pasti akan ungkap semua,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengaku masih mencari informasi detail soal dugaan pemerasan oleh pimpinan KPK dalam penanganan kasus korupsi di Kementan. Menurutnya, saat ini dugaan adanya pemerasan tersebut masih simpang siur.

“Saya belum tahu permasalahannya secara detail. Saya belum mendapatkan informasi secara detail. Karena masalahnya masih simpang siur seperti ini,” kata Jokowi di Rapimnas Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (7/10/2023). (*)

Baca Lainnya

DPRD Kota Bekasi Dorong Evaluasi dan Komitmen Pendidikan Berkualitas

2 Mei 2026 - 14:41 WIB

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PAN, H. Achmad Rivai

Presiden Prabowo Umumkan Paket Perlindungan Pekerja

2 Mei 2026 - 12:28 WIB

Pengangguran 7,2 Persen, DPRD Kota Bekasi: Ini Prioritas Darurat

2 Mei 2026 - 11:31 WIB

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Yenny Kristianti

Presiden Prabowo Umumkan Paket Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

1 Mei 2026 - 15:07 WIB

Kemenhaj dan Polri Perkuat Koordinasi Jemaah Haji

1 Mei 2026 - 14:40 WIB

Trending di News