Menu

Mode Gelap
RSUD Jatisampurna Edukasi Lansia Cegah Keropos Tulang dan Nyeri Sendi Special Olympics Indonesia Ajang Multi Cabor Atlet Disabilitas Tingkat Nasional Menko Yusril Sebut Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Serangan terhadap Demokrasi Produk Mamin dan Horeka Indonesia Raup Transaksi Rp23,79 Miliar Halal Bihalal All You Can Eat Hanya Rp100 Ribu di Hotel 88 Bekasi Hadiri HUT ke-1 Danantara, Menteri Ekraf Siap Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

News

Rupiah Ambles ke Level Terendah Sejak Krisis Ekonomi 1998

badge-check


					Rupiah Ambles ke Level Terendah Sejak Krisis Ekonomi 1998 Perbesar

Matras News, Jakarta – Bank Indonesia (BI) memastikan kondisi nilai tukar rupiah masih dalam batas fundamental walau kembali cetak rekor terburuk dalam lebih dari dua dekade.

Sekedar mengingatkan, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,26% ke posisi Rp 16.612 per dolar Amerika Serikat (AS). dikutip dari Kontan, pada sesi tersebut, rupiah sempat berada di level Rp 16.641 per dolar AS pada perdagangan jelang tengah hari.

Asal tahu saja, rekor terendah rupiah berada di posisi Rp 16.650 per dolar AS yang dicetak pada 17 Juni 1998. Saat itu, Indonesia dilanda krisis moneter.

Di tengah pelemahan rupiah ini, BI tetap tenang. Direktur Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Fitra Jusdiman mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi kurang lebih 6 bulan terakhir, utamanya disebabkan oleh faktor ketidakpastian global.

Sentimen paling utama datang dari kebijakan Presiden AS Donald Trump yang berdampak ke negara lain.

Selanjutnya ada arah kebijakan The Fed yang berpotensi hawkish, serta gejolak geopolitik yang terus memanas.

Fitra juga menekankan, pelemahan rupiah saat ini berbeda dengan kondisi di 1998, yang mana saat itu terjadi lonjakan signifikan atas nilai tukar rupiah dari kisaran Rp 8.000 per dolar AS, ke hampir Rp 17.000 per dolar AS.

“Karena memang secara fundamental kondisi Indonesia saat ini jauh lebih baik dibanding saat itu (1998). Apabila dibandingkan sejak pertengahan tahun 2024 lalu, rupiah hanya melemah 1,33%, jauh lebih rendah dibandingkan Won Korea Selatan yang melemah 6,30% dan rupee India yang melemah 2,74%,” tutur Fitra pada, Selasa 25 Maret 2025.

Fitra menambahkan, tak hanya rupiah, beberapa mata uang negara lain baik negara maju atau berkembang juga terkena imbas pelemahan mata uang, pasca kemenangan Trump sebagai Presiden AS, meskipun dengan besaran yang berbeda.

Melihat dinamika tersebut, Ia menambahkan, BI bersama otoritas terkait akan selalu berkomitmen untuk menjaga kestabilan nilai rupiah, sehingga dapat menciptakan kepercayaan pasar.

“BI akan selalu melakukan berbagai upaya stabilisasi, khususnya dalam kondisi peningkatan volatilitas nilai tukar yang berlebihan seperti saat ini,” tambahnya.

Baca Juga: Rupiah Terus Ambruk, Defisit APBN Berpotensi Melebar Jadi 2,9% dari PDB Tahun Ini

Langkah tersebut, antara lain melalui langkah triple intervention secara bold dan terukur di pasar spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), dan pembelian surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder.

“Dalam konteks pergerakan nilai tukar, BI akan selalu memastikan volatilitas tdk meningkat signifikan sehingga kepercayaan pasar tetap terjaga,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menko Yusril Sebut Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Serangan terhadap Demokrasi

14 Maret 2026 - 03:05 WIB

Menko Yusril Sebut Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Serangan terhadap Demokrasi

SKB Tujuh Menteri Terbitkan Aturan Pemanfaatan AI di Pendidikan

13 Maret 2026 - 03:04 WIB

Polri Siagakan 161.000 Personel, Layanan Darurat 110 Disiapkan

13 Maret 2026 - 02:57 WIB

Mata Rantai Penyelundupan Satwa ke Thailand Terungkap

13 Maret 2026 - 00:58 WIB

Anggota DPRD Jabar Ahmad Faisyal Kawal Anggaran Infrastruktur Pembangunan

13 Maret 2026 - 00:56 WIB

Anggota DPRD Jabar Ahmad Faisyal Kawal Anggaran Infrastruktur Pembangunan
Trending di News