Matras News – Televisi merupakan sebuah perangkat elektronik yang hadir dalam keseharian kita, adapun Smartphone smartphone adalah telepon genggam atau telepon seluler pintar yang dilengkapi dengan fitur yang mutakhir dan berkemampuan tinggi layaknya sebuah computer.
Televisi dan Smartphone tak pernah lepas dari aktifitas keseharian kita baik dewasa dan anak-anak. Maka pentingkah keduanya di suguhkan untuk anak.
Mengupas dari cerita ibu rumah tangga dengan cerita awal matinya televisi dan smartphone di rumah dengan memiliki anak yang berusaia 5 tahun. Dari cerita ini mengungkapakan, awalnya sangat berat untuk merubah suatu kebiasan yang rutinitas menjadi kebiasan pada anak. Sudah menjadi suatu kebiasaan bahkan tengah malam terbangun dan menagis untuk meminta menonton televisi.
Ibu rumah tangga itu tidak menyerah dengan mengikuti kemauan anaknya. Terus bertahan dan mengalihkan aktifitas lain. Memang harus menempuh kurang lebih 4 hari untuk mengalihkannya, selepas itu anak akan lupa dengan televisi dan smartpohe.
Apakah tidak merasa kasihan anak kurang hiburan?
Penelitian membuktikan bahwa menonton layar bergerak sama sekali tidak di rekomendasikan untuk anak balita.
“Jadi menurut ibu rumah tangga itu, menonton itu sejatinya tidak menghibur, tapi justru membebani mata, emosi dan akal anak.
Kapan Mereka boleh menonton?
Dengan sangat dibatasi, harus ditemani dan bersifat edukatif, misalnya hanya 30 menit sehari. Kami pernah memberi jatah 30 menit sehari di akhir pekan. Tapi tiap 30 menit berlalu, “minta tambah”, Ibarat anak disapih ASI, senin-jumat dilarang, akhir pekan dicicipin sampai kenyang, ya minta lagi.
Saat akhir pekan boleh nonton Televisi dan bermain Smartphone akan tetapi sambil membuka buku, mainan dan alat mewarnai sebagai pengalihan. Kita sebagai orang tuanya harus terus memberikan dukungan kepada anak yang bersifat edukatif, jangan sampai orang tuanya tidak mau ikut repot megawasi anak balitanya. (hr)











