Menu

Mode Gelap
5 Fakta Krisis Air Bersih di Timor Tengah Selatan Pendapatan Samsat Bekasi Sentuh Rp7,18 Miliar, Didominasi PKB dan BBNKB Perkuat Sinergi, Ditjen Hubla dan Pelindo Teken Dua Perjanjian Konsesi Bersih-Bersih Reklame Ilegal: Kasat Pol PP Nesan Sujana Tabuh Genderang Penertiban Libur Panjang, Archipelago Hotels Siapkan Promo “Time Out, Relax” Diskon 40% Optimalkan Pajak dan Soroti K3, Camat Jatiasih Pimpin Rapat Minggon

News

5 Fakta Krisis Air Bersih di Timor Tengah Selatan

badge-check


					5 Fakta Krisis Air Bersih di Timor Tengah Selatan Perbesar

MATRASNEWS, JAKARTA – Air bersih dan sanitasi layak adalah hak mendasar sekaligus fondasi kesehatan dan tumbuh kembang anak. Sayangnya, di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi NTT, hanya 70,72% rumah tangga yang punya akses sanitasi layak.

Selain itu, hanya 75,48% rumah tangga yang memiliki akses air minum layak krisis air bersih menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025.

Untuk itu, melalui kampanye Water for Timor yang telah dimulai sejak Maret 2026, Wahana Visi Indonesia (WVI) turut mendampingi masyarakat dalam pembangunan serta pengelolaan akses air bersih dan fasilitas sanitasi dasar demi kelangsungan hidup yang lebih baik bagi lebih dari 2.000 orang di lima desa dan tiga sekolah sasaran.

National Director Wahana Visi Indonesia, Angelina Theodora mengatakan bahwa hadirnya akses air bersih merupakan jawaban atas ragam masalah kesehatan dan sosial yang terjadi di masyarakat.

“WVI percaya bahwa setiap anak berhak untuk hidup dan bertumbuh di lingkungan yang mendukung perkembangan setiap anak tersebut,” kata Angelina dalam siaran pers WVI, baru-baru ini.

“Namun sayangnya akses air masih terasa seperti privilege di beberapa titik di Indonesia, termasuk di Timor Tengah Selatan. Aksi kami melalui Water for Timor bukan sekadar pembangunan infrastruktur belaka, tapi membantu anak-anak mendapatkan haknya untuk bertumbuh, belajar secara optimal, dan terbebas dari penyakit,” tambahnya.

Berikut lima fakta penting terkait akses air di Timor Tengah Selatan yang perlu disoroti:

1. Musim Kemarau Panjang dan Kesulitan Penerapan Gaya Hidup Sehat

Kabupaten Timor Tengah Selatan berada di wilayah dengan karakter iklim kering dengan musim kemarau yang panjang. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di wilayah Nusa Tenggara Timur, termasuk TTS berdurasi sekitar 7–8 bulan setiap tahunnya.

Kondisi ini memperburuk kondisi keterbatasan sumber air dan memaksa keluarga menghemat air bahkan untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Selain itu, banyak rumah tangga yang kesulitan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti cuci tangan pakai sabun dan konsumsi air minum yang aman.

2. Krisis Air Berhubungan Erat dengan Tingginya Angka Stunting

Dampak keterbatasan air bersih tidak hanya dirasakan dalam aktivitas sehari-hari, tetapi juga berhubungan langsung terhadap kesehatan anak. Menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Timor Tengah Selatan mencapai 56,8%, jauh melampaui angka rata-rata nasional sebesar 19,8%.

Keterbatasan akses air bersih dan sanitasi layak meningkatkan risiko diare dan infeksi berulang pada anak, yang menghambat penyerapan nutrisi dan melemahkan daya tahan tubuh. Kondisi ini membuat anak lebih rentan mengalami gangguan pertumbuhan kronis sejak usia dini.

3. Air Bersih Merupakan Fondasi Kesehatan, Kesetaraan, dan Masa Depan Anak Timor Tengah Selatan

Melalui pembangunan infrastruktur air bersih, kampanye Water for Timor bertujuan untuk mendekatkan akses air bersih ke masyarakat. Anak-anak tidak lagi harus mengorbankan waktu belajar, sementara keluarga dapat menjaga kebersihan rumah dan menyiapkan makanan secara lebih higienis.

Ketersediaan akses air bersih di setiap rumah dapat membantu menurunkan risiko penyakit, memperkuat ketahanan keluarga dari ancaman gizi buruk dan stunting, serta membangun ruang kesetaraan.

4. Minimnya Akses Air Bersih dan Sanitasi Merupakan Pemicu Permasalahan Sosial

Baca Lainnya

Pendapatan Samsat Bekasi Sentuh Rp7,18 Miliar, Didominasi PKB dan BBNKB

7 Mei 2026 - 00:13 WIB

Perkuat Sinergi, Ditjen Hubla dan Pelindo Teken Dua Perjanjian Konsesi

7 Mei 2026 - 00:10 WIB

Bersih-Bersih Reklame Ilegal: Kasat Pol PP Nesan Sujana Tabuh Genderang Penertiban

7 Mei 2026 - 00:08 WIB

Optimalkan Pajak dan Soroti K3, Camat Jatiasih Pimpin Rapat Minggon

7 Mei 2026 - 00:04 WIB

10 ASN Pemkot Bekasi Terjaring Razia di Kafe Saat Jam Kerja

6 Mei 2026 - 19:39 WIB

10 ASN Pemkot Bekasi Terjaring Razia di Kafe Saat Jam Kerja
Trending di News