Menu

Mode Gelap
Polres Metro Bekasi Kota Ungkap 80 Kasus Narkoba Capai Rp2,57 Miliar Baru Dilantik Presiden, Ketua Ombudsman Tersangka Suap Tambang Nikel Anggota DPR Usul Iuran BPJS Kesehatan Digratiskan Pemerintah, MBG Bisa Kolaborasi MUFG, Bangun Sarana Air Bersih untuk Aceh Menteri Ekraf Terima Naskah Akademik PPh Royalti Penjelasan Pemerintah Indonesia dan Kedubes Republik Korea Tentang Travel Advisory

Bisnis

Sulap Kertas Bekas Jadi Cinderamata Cantik, HKI Buktikan Komitmen ESG

badge-check


					Sulap Kertas Bekas Jadi Cinderamata Cantik, HKI Buktikan Komitmen ESG Perbesar

MATRAS NEWS, JAKARTA – PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) terus berkomitmen dalam menerapkan prinsip keberlanjutan dan pemberdayaan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).

Inisiatif ini diwujudkan melalui pengolahan kertas bekas menjadi kalender perusahaan dan cinderamata pada akhir tahun 2024 hingga awal tahun 2025.

Direktur Utama HKI, Aji Prasetyanti, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk nyata penerapan prinsip berkelanjutan di perusahaan.

“Program TJSL ini adalah creating shared value (CSV), kami memberdayakan masyarakat sekaligus mengurangi sampah kertas, hasilnya berupa cinderamata dari olahan kertas bekas untuk branding perusahaan,” jelas Aji.

HKI mengolah limbah kertas sebanyak 1,9 ton menjadi kalender meja dan cinderamata perusahaan. Dalam proses produksi kalender meja recycle, HKI berkolaborasi dengan UMK Kertas Kertasan.

Proses pengolahan terdiri atas penggilingan, pencetakan dan pengeringan kertas bekas yang kemudian disusun menjadi kalender. Terdapat juga greetings card dalam paket kalender meja HKI yang mengandung biji bayam hingga dapat ditanam.

Tidak hanya kalender, HKI juga mengolah kertas bekas menjadi berbagai jenis cinderamata perusahaan, seperti sampul buku agenda, tempat tisu, kotak penyimpanan serbaguna dan tempat pensil.

Proses produksi cinderamata ini dilakukan dengan menganyam kertas bekas yang dirangkai sehingga hasilnya menyerupai produk dari rotan.

Pembuatan cinderamata perusahaan ini berkolaborasi dengan Komunitas Salam Rancage dengan memberdayakan kelompok ibu rumah tangga dari Gang Kodir, Bogor Utara.

Kedua inisiatif ini selaras dengan prinsip environmental, social dan governance (ESG) yang diterapkan perusahaan secara konsisten.

“Kami percaya ESG dan keberlanjutan bukan sekadar tren sesaat, ini adalah kewajiban perusahaan dalam menjalankan bisnis secara bertanggung jawab. Melalui inisiatif ini, kami mengurangi sampah sekaligus membantu perekonomian masyarakat,” tutup Aji.

HKI akan terus mengembangkan program-program TJSL berkelanjutan untuk menghadirkan nilai tambah bagi ekosistem dan komunitas di sekitar wilayah operasionalnya.

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2024 HKI telah melaksanakan puluhan program TJSL pada pilar lingkungan, sosial dan ekonomi di Pulau Jawa dan Sumatra.

Hingga akhir tahun 2024 juga, HKI telah membangun Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang ±435,92 km.

Adapun ruas tol lainnya yang masih dalam proses konstruksi yaitu Tol Lingkar Pekanbaru (30,57 km), Betung-Jambi Seksi IA, (30,8 km) Betung-Jambi Seksi 1B (31,6 km), Betung-Jambi Seksi 2A (35,92 km), Betung-Jambi Seksi 2B (18,40 km), Betung-Jambi Seksi IV (18,5 Km), Palembang-Betung Seksi III (14,6 km) dan Palembang-Betung Struktur (10,12 km).

Selain itu, Untuk proyek non-JTTS, HKI juga tengah mengerjakan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi Paket II (11,2 km) dan Jalan Tol Jakarta – Cikampek Selatan II Paket IIA (11,3 km).

Baca Lainnya

Kolaborasi MUFG, Bangun Sarana Air Bersih untuk Aceh

17 April 2026 - 00:05 WIB

Menteri Ekraf Terima Naskah Akademik PPh Royalti

17 April 2026 - 00:02 WIB

BTN JAKIM 2026 Ditargetkan Putar Rp200 Miliar

16 April 2026 - 00:08 WIB

BTN JAKIM 2026 Ditargetkan Putar Rp200 Miliar

PT Mitra Patriot Borong Tiga Penghargaan TOP BUMD Awards 2026

13 April 2026 - 19:39 WIB

PT Mitra Patriot Borong Tiga Penghargaan TOP BUMD Awards 2026

Pemerintah Genjot Debottlenecking, Buka Jalan Investasi ke Target 8%

7 April 2026 - 00:08 WIB

Pemerintah Genjot Debottlenecking, Buka Jalan Investasi ke Target 8%
Trending di Bisnis