Menu

Mode Gelap
Pesawat ATR 42-400 Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Dekat Maros Warung Tekko Kalibata Hadirkan Nuansa Baru Kuliner Pelatih John Herdman Coret Jay Idzes untuk Piala AFF 2026 Bali Zoo Akhiri Atraksi Tunggang Gajah, Beralih ke Konservasi Edukatif Rano Karno Ungkap Minat Komunitas Madura untuk Bongkar Tiang Monorel Motor Trail Listrik Talaria Komodo Paling Buas Resmi Meluncur

Tekno

Teknologi Pertanian Modern: Solusi Cerdas Hadapi Tantangan di Era Perubahan Iklim


					Teknologi Pertanian Modern: Solusi Cerdas Hadapi Tantangan di Era Perubahan Iklim Perbesar

MatrasNews – Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, dunia pertanian menghadapi tantangan berat. Cuaca ekstrem, biaya produksi melambung, kelangkaan tenaga kerja, dan penyusutan lahan pertanian memaksa petani mencari solusi inovatif untuk memastikan ketahanan pangan.

Teknologi pertanian modern seperti sensor tanah, drone, dan aplikasi pintar menawarkan harapan, namun adopsinya masih terkendala oleh kesenjangan pengetahuan dan akses.

Perubahan iklim telah mengacaukan pola tanam, sementara kenaikan harga pupuk dan benih semakin membebani petani kecil. “Dulu, kami bisa memprediksi musim dengan pasti. Sekarang, hujan dan kemarau sulit ditebak,” keluh Suryadi, petani asal Jawa Barat. Selain itu, generasi muda enggan terjun ke sektor pertanian, membuat regenerasi tenaga kerja terhambat.

Majalah Matras scaled

Inovasi seperti drone pemantau tanaman, sensor kelembaban tanah, dan aplikasi prediksi cuaca sebenarnya mampu meningkatkan efisiensi. Namun, banyak petani masih ragu karena anggapan bahwa alat ini rumit dan mahal.

Bahwa sensor tanah bisa memberitahu kapan tanaman perlu disiram, atau drone membantu memantau hama tanpa harus berkeliling sawah.

  • Edukasi dengan Bahasa Sederhana
  • Agar teknologi bisa diterima, sosialisasi harus dilakukan melalui:
  • Workshop lapangan dengan demo langsung.
  • Video tutorial berbahasa daerah.
  • Penyuluhan menggunakan istilah praktis, bukan teknis.

Contohnya, alih-alih mengatakan “aplikasi berbasis IoT,” lebih efektif menyampaikan, “Aplikasi ini memberi tahu waktu terbaik untuk menanam atau memupuk.”

Beberapa startup lokal seperti eFishery dan TaniHub sudah mulai membawa teknologi ke tingkat petani. Namun, dukungan pemerintah lewat subsidi pelatihan dan akses pembiayaan tetap dibutuhkan.

“Kami berkomitmen mendorong smart farming melalui program Desa Digital,” ujar Direktur Jenderal Pertanian Kementerian Pertanian, Suwandi.

Dengan pendekatan yang tepat, teknologi bukan hanya untuk petani besar, tetapi juga bisa dimanfaatkan oleh petani kecil.

Jika edukasi dan akses diperluas, langkah ini bisa menjadi titik balik menuju pertanian Indonesia yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Baca Lainnya

Samsung Soroti Peran FAST, Kreator dan Live Experience Dalam Membentuk Masa Depan TV

15 Januari 2026 - 00:39 WIB

Samsung Soroti Peran FAST, Kreator dan Live Experience Dalam Membentuk Masa Depan TV

Samsung Tegaskan Kepercayaan, Keamanan, dan Privasi adalah Fondasi Masa Depan AI

13 Januari 2026 - 00:31 WIB

Samsung Tegaskan Kepercayaan, Keamanan, dan Privasi adalah Fondasi Masa Depan AI

Gelombang Smartphone Baru di Januari 2026, Harga Rp2 Jutaan hingga Rp20 Jutaan

10 Januari 2026 - 00:54 WIB

Gelombang Smartphone Baru di Januari 2026, Harga Rp2 Jutaan hingga Rp20 Jutaan

Samsung Ungkap TV Micro RGB 130 Inci Pertama di Dunia dan Menetapkan Standar Baru untuk Layar Ultra-Premium

6 Januari 2026 - 01:17 WIB

Samsung Ungkap TV Micro RGB 130 Inci Pertama di Dunia dan Menetapkan Standar Baru untuk Layar Ultra-Premium

Samsung Buka Babak Baru Audio Rumah dengan Seri 2026 di CES

31 Desember 2025 - 03:17 WIB

samsung 7
Trending di Tekno
error: Matras News
Majalah Matras