Menu

Mode Gelap
Kebaya Noni Melenggang di Hari Kebaya Nasional Darya-Varia Buka Jalan bagi Peneliti Perempuan di Usia Emas 50 Tahun Anak Muda Berteriak, Aktivis 98 dan Mahasiswa Kaji Ulang Kondisi Bangsa Politik adalah Ibadah Pengabdian, Bukan Mesin Kekayaan Menko Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli dan Cegah Main Hakim Sendiri Zona Buang Ditutup, TPST Bantargebang Bertahap Tinggalkan Open Dumping

News

Wali Kota Bekasi Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter dan Transparansi di Dunia Pendidikan

badge-check

Wali Kota Bekasi Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter dan Transparansi di Dunia Pendidikan Perbesar

MatrasNews, Bekasi – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menghadiri kegiatan peningkatan kualitas guru yang digelar Dinas Pendidikan Kota Bekasi di Balai Patriot pada, Jumat 25 Juli 2025.

Acara ini turut dihadiri Plt. Kepala Dinas Pendidikan Alexander Zulkarnaen serta puluhan tenaga pendidik dari berbagai sekolah.

Dalam sambutannya, Tri menekankan pentingnya pendidikan karakter sejak dini melalui metode menyenangkan tanpa tekanan. Ia juga memastikan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) lewat jalur zonasi, afirmasi, prestasi, dan perpindahan orang tua berjalan adil.

“Bermain harus menyenangkan, bukan menzalimi. Jangan sampai anak-anak kehilangan semangat karena tekanan sistem. Pendidikan bukan tempat untuk ‘no viral, no justice’—setiap masalah harus diselesaikan dengan cepat dan bijak,” tegasnya.

Tri menyoroti respons Pemkot Bekasi terhadap isu pendidikan, termasuk kasus di SMPN 7 yang sempat viral. Ia meminta guru tetap profesional meski menghadapi tantangan seperti jumlah murid per kelas yang mencapai 44 siswa.

“Allah yang membalas kerja keras Bapak/Ibu guru. Doa anak-anak ini yang akan membawa kebahagiaan kita,” ujarnya.

Wali Kota juga menegaskan transparansi pembiayaan pendidikan, menolak praktik memberatkan orang tua seperti biaya renang atau les yang tidak proporsional. “Renang jangan jadi ajang ‘ambil nilai’ dengan biaya tinggi,” tegasnya.

Di akhir acara, Tri melarang keras praktik titip jabatan atau pungutan dalam seleksi kepala sekolah dan sertifikasi. “Tidak boleh ada bayar untuk jadi kepala sekolah atau sertifikasi. Ini soal integritas. Mari jaga marwah pendidikan Bekasi,” pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Bekasi meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat komitmen terhadap tata kelola yang transparan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Anak Muda Berteriak, Aktivis 98 dan Mahasiswa Kaji Ulang Kondisi Bangsa

27 Juli 2026 - 01:19 WIB

Politik adalah Ibadah Pengabdian, Bukan Mesin Kekayaan

27 Juli 2026 - 01:08 WIB

Menko Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli dan Cegah Main Hakim Sendiri

27 Juli 2026 - 00:55 WIB

Zona Buang Ditutup, TPST Bantargebang Bertahap Tinggalkan Open Dumping

27 Juli 2026 - 00:50 WIB

Warga Bekasi Laporkan Kepala Dukcapil ke Polisi atas Dugaan Pemalsuan Akta Cerai

26 Juli 2026 - 00:50 WIB

Trending di News