Matras News – Stroke merupakan suatu kondisi di mana terjadi penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah sehingga pasokan oksigen maupun nutrisi berkurang.
Namun, stroke tidak hanya terjadi pada otak saja, melainkan juga pada mata atau yang disebut sebagai stroke mata.Sama seperti stroke otak, stroke mata pun umumnya terjadi secara tiba-tiba.
Akibatnya, pandangan menjadi kabur bahkan dalam kondisi yang parah dapat mengakibatkan kehilangan penglihatan total alias kebutaan.
Lalu, bagaimana cara mencegahnya? Yuk simak rinciannya berikut:
Apa Itu Stroke Mata?
Stroke mata yaitu suatu kondisi ketika terjadi penyumbatan ataupun pecahnya pembuluh darah pada retina mata.
Akibatnya, penglihatan akan menurun hingga mengakibatkan kebutaan.
Dinamakan sebagai stroke mata yaitu karena gejalanya mirip dengan stroke otak yaitu karena terjadi penyumbatan atau pun pecahnya pembuluh darah terjadi secara mendadak.
Dalam medis, kondisi ini bernama retinal artery occlusion atau oklusi retina arteri.
Ada 3 jenis stroke mata yang dibedakan berdasarkan lokasi terjadinya penyumbatan atau pun pecahnya pembuluh darah yaitu berupa:
Oklusi Retina Sentral
Merupakan jenis oklusi retina arteri yang terjadi pada pembuluh darah utama. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah yang menghubungkan saraf mata ini pecah atau tersumbat sehingga pasokan darah yang mengalir melalui pembuluh darah tersebut terhenti.
Tanpa pengangan yang tepat akan mengakibatkan penurunan kemampuan melihat bahkan kebutaan.
Oklusi Retina Cabang
Saat pembuluh darah cabang yang mengalir ke retina mata tersumbat atau pecah, maka akan mengakibatkan oklusi retina cabang.
Akibatnya, penderita akan kehilangan kemampuan melihat, pandangan yang berkunang-kunang, hingga kebutaan.
Artritis Sel Raksasa
Artritis sel raksasa (giant cell arteritis) yaitu saat terjadi inflamasi maupun pembengkakan pada lapisan aterteri, khususnya arteri di area sekitar pelipis.
Gejala yang sering terjadi yaitu berupa kaburnya penglihatan pada salah satu mata disertai demam, nyeri sendi, dan juga penurunan berat badan tiba-tiba.
Faktor RisikoTerdapat beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang memiliki faktor risiko yang lebih tinggi terkena stroke mata seperti halnya:
Merokok
Usia 40+ tahun
Memiliki gangguan pembekuan darah
Riwayat cedera pada mata
Gangguan irama jantung
Penggunaan kontrasepsi hormonal
Peradangan pembuluh darah
Penderita penyakit ginjal
Kehamilan
Penyebab Stroke Mata
Pecahnya atau tersumbatnya pembuluh darah yang menuju ke retina mata merupakan sebab utama stroke mata.
Selain itu, beberapa penyebab lain yang dapat mengakibatkan hal ini meliputi:
Penyakit kardiovas kular
Penyakit jantung
Tekanan darah tinggi
Diabetes
Kelainan darah
Glaukoma
Kolesterol tinggi
Gejala
Gejala stroke mata berbeda-beda tergantung pada tingkat keparahan pasien dan juga sesuai dengan jenisnya.
Namun secara umum gejala yang timbul yaitu meliputi:
Pandangan yang kabur
Pandangan tampak berkunang-kunang
Kehilangan penglihatan mendadak
Kondisi ini umumnya terjadi pada salah satu mata saja. Namun, dalam kasus tertentu juga dapat terjadi pada kedua mata.
Cara Dokter Mendiagnosis
Dalam mendiagnosis kondisi ini, maka dokter akan melakukan beberapa tahapan seperti:
- Wawancara medis
- Pemeriksaan fisik oftalmoskopi
- Pemeriksaan tekanan bola mata
- Tes lapang pandang
- Slit lamp
- Angiografi mata
- Optical coherence tomography (OCT)
Pencegahan Stroke Mata
Sejatinya, kondisi ini tidak dapat dicegah sepenuhnya.
Akan tetapi, ada beberapa hal yang bisa Anda terapkan untuk meminimalisirnya seperti:
Jaga berat badan tetap ideal
Kontrol gula darah
Kontrol kadar kolesterol
Hindari merokok
Kontrol tekanan darah
Stroke mata ini umumnya terjadi tiba-tiba, khususnya pada jenis oklusi retina sentral. Bahkan, tidak ada gejala yang muncul sebelumnya.
Kejadian tiba-tiba ini bahkan dapat menimbulkan keluhan serius seperti penurunan daya penglihatan secara mendadak pada salah satu mata hingga berminggu-minggu.
Beberapa pengobatan yang sering dokter terapkan meliputi:
Beberapa pengobatan yang sering dokter terapkan meliputi:
Pemberian obat-obatan seperti tetes matadan obat suntik mata intravitreal.
Terapi laserPembuangan sebagian cairan mata.
Pemberian obat-obatan seperti tetes matadan obat suntik mata intravitreal.
Terapi laser
Pembuangan sebagian cairan mata
Komplikasi
Perawatan wajib dilakukan sesegera mungkin untuk menghindari kerusakan saraf permanen yang berakibat kebutaan
Kapan Harus ke Dokter?
Periksakan diri Anda ke dokter spesialis mata apabila mengalami gejala ini.
Apabila sampai terjadi kerusakan saraf permanen, maka kondisi ini dapat menyebabkan kehilangan penglihatan secara permanen.
Oleh karena itu, perawatan secara cepat dan optimal wajib dilakukan.
Narasumber: dr. Dinda Arken Devona, Sp. M Spesialis Mata Glaucoma Primaya Hospital Bekasi Barat






