Menu ✖

Breaking News

Info Akademia

Wisuda PAUD Sampai dengan SMA? Hanya Hura-Hura, Sama Halnya Seperti Pungli

badge-check

Wisuda PAUD Sampai dengan SMA? Hanya Hura-Hura, Sama Halnya Seperti Pungli Perbesar

Matras News – Wisuda adalah upacara peneguhan atau pelantikan bagi seseorang yang telah menempuh pendidikan. Di kalangan akademik, wisuda merupakan penanda kelulusan mahasiswa yang telah menempuh masa belajar pada suatu universitas. Biasanya prosesi wisuda diawali prosesi masuknya senat universitas yang terdiri dari rektor dan para pembantu rektor dengan dekan-dekannya guna mewisuda para calon wisudawan. Dalam menyelenggarakan wisuda, tiap perguruan tinggi memiliki agenda yang tidak sama. Ada yang dilakukan setiap tahun, tetapi ada juga yang setiap semester, menyesuaikan kalender akademik.

Pada umumnya, calon wisudawan mengenakan pakaian yang sudah ditentukan, seperti pakaian pria menggunakan hem putih dan celana hitam bersepatu hitam, pakaian wanita menggunakan kebaya tradisional tipis dengan kain batik dan bagian luarnya mengenakan toga, di lansir dari wikipedia.

Lalu Bangaimana dengan Wisidu yang di lakukan oleh sekolah PAUD, SD, SMP dan SMA?

Banyak Orang tua murid mengeluhkan adanya kegiatan pelepasan/ atau kenaikan kelas yang mana sering sekali di lakukan dengan menggunakan atau serupa dengan wisuda mahasiswa.

Orang tua murid tak bisa berbuat banyak dengan kegiatan seperti itu, karena memang menjadi kegiatan rutin sekolah menjelang kenaikan dan kelulusan.

Matrasnews.com mempertanyakan kepada salah satu masyarakat tentang adanya kegiatan wisuda yang dilakukan di sekolah anaknya.

“Kegiatan seperti itu menurut saya sangat mubajir, buang-buang uang, kan anak saya mau masuk SD dan SMP butuh biaya untuk beli pakaian dan alat tulis, apalagi yang lulus SMA mau masuk perguaruan tinggi, belum lagi jika sekolah mengadakan acara Study tour makin terbebankan saya sebagai orang tua, ‘kalau saya berpenghasilan banyak atau kecukupan tidak masalah, tapi ‘ya tidak harus juga, banyak kebutuhan yang harus saya keluarkan, Andai saja tidak ada hal-hal seperti itu, biayanya bisa kita alihkan untuk membeli pakaian dan alat sekolah ucap “Mila warga masyarakat.

Terpisah, Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji menilai acara wisuda di tingkat sekolah mempunyai manfaat yang tidak jelas dan bersifat pemborosan. Untuk itu, dia meminta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk tegas melarang kegiatan tersebut yang memberatkan orang tua tersebut.

“Nggak perlulah ada acara-acara wisuda yang tidak jelas manfaatnya kecuali hanya hura-hura,’ kata jelas Ubaid seperti yang di beritakan republika

Menurut Ubaid, orang tua sudah pusing mencarikan dana agar anak bisa sekolah ke jenjang lebih lanjut dan tak perlu ditambah bebannya dengan uang wisuda dan kegiatan lainnya yang tak berkaitan dengan pendidikan. Ubaid mengatakan, jika ada yang meminta sumbangan untuk acara wisuda di sekolah, maka itu jelas merupakan sebuah pungutan liar (pungli). (hr)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Goethe-Institut Jakarta Kembali Dibuka, Hadirkan 13 Acara Budaya

2 Nov 2026 - 00:04 WIB

Goethe-Institut Jakarta Kembali Dibuka, Hadirkan 13 Acara Budaya

Kenaikan Kelas Siswa Tak Hanya Ditentukan Nilai Akademik

27 Okt 2026 - 11:49 WIB

Kenaikan Kelas Siswa Tak Hanya Ditentukan Nilai Akademik

IA-ITB Papua–Papua Barat: Kekayaan Mineral dan Migas Harus Dongkrak Kesejahteraan

22 Okt 2026 - 00:21 WIB

IA-ITB Papua–Papua Barat: Kekayaan Mineral dan Migas Harus Dongkrak Kesejahteraan

Universitas Paramadina Soroti Komunikasi Empati Pemerintahan Prabowo-Gibran

20 Okt 2026 - 07:50 WIB

Universitas Paramadina Soroti Komunikasi Empati Pemerintahan Prabowo-Gibran

Raffles Jakarta Rayakan Kelulusan 120 Wisudawan Bertajuk PRISM 2026

16 Okt 2026 - 17:33 WIB

Raffles Jakarta Rayakan Kelulusan 120 Wisudawan Bertajuk PRISM 2026
Trending di Info Akademia