Menu

Mode Gelap
Masuk Usia ke 10, Vasaka Hotel Jakarta Gelar Media Gathering Wamen Ekraf Dukung Industri Musik Lewat Indonesian Idol Kokola Group Salurkan Sapi Limosin untuk Qurban Bagikan Bubur Gratis, Hotel 88 Bekasi Tebar Kepedulian Hari Kelima Korban Hanyut di Kali Bekasi Ditemukan Tutup Usia Airbnb Kini Tawarkan Layanan Jemput Bandara Hingga Titip Koper untuk Liburan Anti Ribet

Info Akademia

YES Goes to Campuss Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

badge-check


					YES Goes to Campuss Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Perbesar

Matras News – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan, sumber daya manusia (SDM) yang kuat dan terampil menjadi salah satu faktor kunci dalam upaya membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pascapandemi.

Menparekraf Sandiaga Uno saat menjadi pembicara “YES Goes to Campuss Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya” yang digelar secara virtual, Sabtu (31/7/2021), mengatakan, pandemi memberikan dampak yang besar bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Seluruh pihak pun diharapkan dapat berinovasi, beradaptasi, dan berkolaborasi untuk bertahan di tengah badai pandemi.

Baca Juga : Mahasiswa Muda yang Kreatif dan Inovatif

Karenanya ia mendorong agar mahasiswa dapat memainkan peran secara maksimal dengan meningkatkan kapasitas serta memaksimalkan adaptasi teknologi agar dapat memberikan nilai tambah pada produk-produk pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Saatnya anak muda menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi sektor parekraf. Untuk itu, saya meyakini dengan SDM yang kuat, kita bisa bangkitkan sektor ekonomi kreatif dengan produk yang memiliki nilai tambah tinggi dan menciptakan lapangan kerja serta kewirausahaan yang inovatif berlandaskan transformasi digital,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Kemenparekraf dikatakannya terbuka untuk berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan juga masyarakat, termasuk Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Kemenparekraf memiliki berbagai program pendampingan dan peningkatan kapasitas yang dapat diikuti para mahasiswa dalam melakukan inovasi terhadap produk-produk pariwisata dan ekonomi kreatif.

Baca Juga : Ide Inovasi Mahasiswa, FIFGroup Gelar Youth Innovation

Sebagai upaya akselerasi pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif, Kemenparekraf akan lebih dulu menyasar wisatawan nusantara menuju pariwisata era baru. Yakni tren pariwisata yang localize, customize, personalize and smaller in size. Berbasis kesehatan, kuliner, olahraga, edutourism, ecotourism serta desa wisata.

“Dari sisi kesehatan, kita menghadirkan percepatan pelaksanaan vaksinasi. Termasuk bekerja sama dengan industri melalui vaccine with a view, juga menjadikan hotel sebagai tempat istirahat tenaga kesehatan,” kata Sandiaga.

Sementara di sektor ekonomi kreatif, terdapat beberapa program untuk membangkitkan demand. Yakni melalui gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia, serta Bangga Beli Kreatif Lokal.

Tidak hanya itu, terdapat beberapa program untuk membangkitkan demand bagi para pelaku ekonomi kreatif melalui gerakan Bangga Buatan Indonesia. Ditargetkan lebih dari 30 juta UMKM on boarding ke digital pada 2024.

“Kemenparekraf juga memiliki kampanye di sektor pariwisata yaitu #DiIndonesiaAja karena 11 miliar dolar AS dibelanjakan masyarakat Indonesia di luar negeri. Untuk itu hashtag tersebut sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat Indonesia untuk membelanjakan dan berwisata di destinasi yang ada di Indonesia,” katanya.

(*) Matrasnews.com / Kp

Baca Lainnya

Menakar Akurasi Laporan The Economist: Apakah Indonesia Menuju Jurang?

28 Mei 2026 - 01:08 WIB

University of Melbourne Buka Beasiswa Penuh untuk Mahasiswa Internasional

19 Mei 2026 - 00:04 WIB

Penataan Non-ASN, Pemerintah Jamin Layanan Pendidikan Tetap Jalan

18 Mei 2026 - 01:37 WIB

Buku The Pancasila Market Economy Diluncurkan

13 Mei 2026 - 00:23 WIB

9 Mahasiswa Hamzanwadi Magang di Perusahaan Hotel Raksasa Jepang

12 Mei 2026 - 00:05 WIB

Trending di Info Akademia