Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Umumkan Paket Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026 Kemenhaj dan Polri Perkuat Koordinasi Jemaah Haji Ascott Jakarta Luncurkan Plesiran di Jakarta Komnas Disabilitas Dukung Penuh Special Olympics NTT 2026 Perlindungan Pekerja Alih Daya Dikuatkan PGE Catat Kinerja Positif, Laba Bersih Naik 40 Persen di Kuartal I-2026

PAREKRAF

12 Desa Kreatif di Jembrana Bali Diresmikan

badge-check


					12 Desa Kreatif di Jembrana Bali Diresmikan Perbesar

Matras News – Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno menghadiri persemian 12 Desa Kreatif di Jembrana yng dilakukan oleh Bupati Jembrana, I Nengah Tamba. 

Penetapan desa kreatif ini sebagai upaya untuk mengembangkan dan menggali potensi kreativitas masyarakat desa sehingga menjadi kekuatan dalam upaya pemulihan ekonomi termasuk membuka lebih luas lapangan kerja. 

Sebelemunya Menparekraf Sandiaga telah mengeluarkan Keputusan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kepmen) Nomor KM/107/KD.03/2021 Tahun 2021 tentang Panduan Pengembangan Desa Kreatif.

“Kami sangat mengapresiasi upaya ini karena desa kreatif ini menjadi program prioritas kita. Dan di Kabupaten Jembrana ini peluangnya sangat besar, tadi kita melihat produk-produk ekonomi kreatif seperti kuliner dan lainnya,” kata Menparekraf Sandiaga Uno, Rabu (23/2/2022).

Desa Kreatif merupakan sebuah kawasan yang terletak di wilayah administratif desa/kelurahan yang masyarakatnya telah mengembangkan produk unggulan di satu atau lebih dari 17 subsektor ekonomi kreatif yang memberikan nilai tambah dan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi desa.

Sandiaga mengungkapkan, selain kuliner, di Desa Candikusuma juga terdapat potensi ekonomi kreatif subsektor penerbitan. Kemenparekraf/Baparekraf dikatakannya akan terus mendorong pengembangan berbagai potensi yang ada.

“Sektor penerbitan ini bisa kita kembangkan dan kami akan kembangkan. Selain destinasi, juga infrastruktur ekonomi kreatif. Kita juga punya program yang bisa kita kerja samakan untuk membangkitkan ekonomi dan membuka peluang usaha dengan terciptanya lapangan kerja,” ujar Sandiaga.

Secara khusus Menparekraf Sandiaga mengapresiasi keberpihakan dari Pemkab Jembrana dalam mengembangkan Jegog. Yakni musik gamelan atau kesenian karawitan asli Bali yang dimainkan dengan instrumen yang terbuat dari bambu. Nantinya potensi ini bisa menjadi salah satu yang disuguhkan kepada para tamu atau delegasi Presidensi G20 Indonesia di Bali.

Sementara Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, mengapresiasi dukungan dari Kemenparekraf/Baparekraf dalam upaya pengembangan potensi di Kabupaten Jembrana, khususnya melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Ia mengatakan, Pemkab Jembrana telah mempersiapkan rancangan pengembangan ekonomi kreatif, salah satunya kesenian Jegog.

“Saya sampaikan bahwa Jegog ini materialnya susah sekali kita dapatkan, karena bambu besar ini bukan berada di kabupaten kita. Tetapi saya sudah menanam bambu untuk persiapan ini.  Kami sudah mencanangkan gerakan menanam bambu untuk melestarikan Jegog,” kata I Nengah Tamba.  

(her)

Baca Lainnya

Say Monanggedeon: Sukseskan Desa Wisata Kota Bekasi dengan Konsep Urban Farming

14 Februari 2025 - 01:08 WIB

Say Monanggedeon Sukseskan Desa Wisata Kota Bekasi dengan Konsep Urban Farming

Taman Parapuar Akan Jadi Daya Tarik Baru Wisata Alternatif di Labuan Bajo NTT

29 Juli 2024 - 20:50 WIB

Taman Parapuar Akan Jadi Daya Tarik Baru Wisata Alternatif di Labuan Bajo NTT

Kemenparekraf Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Atraksi dan Amenitas di Destinasi Wisata

22 Juli 2024 - 21:05 WIB

Kemenparekraf Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Atraksi dan Amenitas di Destinasi Wisata

Kembangkan Sektor Parekraf Melalui Travel & Tourism Development Index Indonesia

1 Juli 2024 - 21:28 WIB

Kembangkan Sektor Parekraf Melalui Travel & Tourism Development Index Indonesia

Kemenparekraf Luncurkan Wonderful Indonesia Co-Branding School Break 2024

24 Juni 2024 - 21:40 WIB

Kemenparekraf Luncurkan Wonderful Indonesia Co-Branding School Break 2024
Trending di PAREKRAF