Matras News, Jakarta – Rombongan siswa dari SMA Islam Sinar Cendekia berhasil terpilih untuk berpartisipasi dalam konferensi internasional bergengsi Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) ke-16, yang diadakan pada 17–20 Januari 2025 lalu di Hotel Berjaya Times Square, Kuala Lumpur.
Dengan lebih dari 1.000 delegasi dari 38 negara, acara ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk berdiskusi dan mencari solusi atas isu-isu global yang relevan.
Siswa-siswa SMA Islam Sinar Cendekia menunjukkan unjuk gigi dengan mengambil peran sebagai delegasi dari berbagai negara di tiga council yang berbeda, yaitu Social, Humanitarian, and Cultural Committee (SOCHUM), United Nations Human Rights Council (UNHRC), dan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC). Berikut adalah nama-nama peserta beserta council dan negara yang mereka wakili:
- Kayyisha – UNHRC, Mesir
- Cheryl – UNHRC, Sri Lanka
- Nurul Ashilah – UNHRC, Kuwait
- Sazhia Ghina – UNHRC, Bangladesh
- Taskiyah – UNODC, Republik Ceko
- Salma Dhiya Melbina Astra – SOCHUM, Swiss
- Maysa – SOCHUM, Selandia Baru
- Izzuddin – UNODC, China
- Nayla – UNODC, Yordania
Masing-masing council menyajikan topik kompleks untuk didiskusikan. Mulai dari SOCHUM dengan tema “Navigating The Balance Between Censorship and Free Speech”, UNHRC dengan tema “The Right to Live vs The Right to Die: Assisted Suicide for Terminally Ill Individuals”, dan UNODC, dengan tema “Mitigating the Worst Impact of Illicit Online Activities: Illegal Gambling and Cybercrime”.
Partisipasi aktif para siswa SMA Islam Sinar Cendekia di AYIMUN 16 dalam diskusi ini mencerminkan semangat belajar dan keberanian untuk terlibat dalam diskursus global bersama para pelajar dari belahan dunia yang lain.
Kesempatan ini tentu sangat berharga untuk memahami perspektif lain dalam memahami isu yang sama-sama mereka hadapi.
Muhammad Fahrizal, Presiden International Global Network selaku penyelenggara AYIMUN, memberikan apresiasi kepada para siswa dan sekolah atas partisipasi mereka.
“Saya patut mengacungi jempol pada teman-teman dari SMA Islam Sinar Cendekia atas keberaniannya tampil di dalam forum internasional ini.
Apalagi, di AYIMUN 16 ini kami banyak mengangkat tema yang cukup rumit namun juga sangat penting untuk dibahas.
Saya harap sepulangnya dari acara ini, mereka mendapatkan pengetahuan dan perspektif baru dari teman-teman lainnya yang mereka temui di sini.
Selain itu, saya dan segenap tim International Global Network juga mengucapkan terima kasih yang mendalam atas dukungan sekolah SMA Islam Sinar Cendekia yang telah memberi dukungan atas partisipasi para siswanya di acara ini,” terangnya.
Variasi pengalaman dan perspektif adalah hal yang penting untuk dimiliki generasi muda Indonesia agar lebih siap menghadapi masa depan yang serba tak pasti.
Kemampuan untuk berteman dengan individu dari latar belakang yang berbeda dan juga nalar kritis menjadi bekal penting untuk menavigasi diri di masa depan. Baik di dunia karir maupun studi yang lebih tinggi.











