MATRASNEWS, BEKASI – Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Lembaga Latihan Seluruh Indonesia (DPC HILLSI) Kota Bekasi periode 2026-2031 resmi dilantik dan dikukuhkan pada Kamis, 7 Mei 2026. HILLSI merupakan wadah bagi Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Indonesia, khususnya di Kota Bekasi.
Ketua DPC HILLSI Kota Bekasi, Mardiana Asmarani, usai pelantikan memaparkan dua misi utama organisasinya. Pertama, meningkatkan kualitas sumber daya manusia di LPK. Kedua, membantu LPK yang belum melengkapi perizinan.
“Kami menjadi jembatan bagi LPK yang terkendala persyaratan perizinan yang rumit. Kami sampaikan kesulitan mereka ke dinas terkait,” ujar Mardiana.
Saat ini tercatat 50 LPK bergabung. Mardiana berkomitmen menarik 147 LPK yang ada di Bekasi menjadi anggota. Menurutnya, banyak LPK kesulitan memenuhi persyaratan panjang untuk mendapatkan izin resmi.
Tak hanya perizinan, HILLSI juga mendorong LPK membangun koneksi dengan industri. Mulai dari tata boga hingga perhotelan, lulusan LPK difasilitasi untuk bekerja atau membuka usaha mandiri. Mardiana yang juga memiliki LPK bahasa Jepang mengaku telah memberangkatkan lulusannya ke luar negeri melalui kerja sama dengan perusahaan di negara tujuan, termasuk Jepang dan Korea.
“Kami baru diundang Pak Wali Kota untuk menjadi tim koordinasi revitalisasi pelatihan dan pendidikan vokasi. Tim ini akan merumuskan pelatihan sesuai kebutuhan industri,” kata Mardiana.
HILLSI berharap kehadirannya mampu memutus rantai pengangguran lulusan SMK yang belum memiliki keterampilan, dengan memberikan sertifikasi dan penyaluran kerja yang terjamin.
Sementara Ketua DPD HILSI Jawa Barat, Tatang Mutaqien, menambahkan. Menurut Tatang, HILSI merupakan wadah bagi ribuan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di seluruh Indonesia. Program-program yang dijalankan bersifat real dan aplikatif, seperti pelatihan bengkel motor, bengkel mobil, bengkel HP, las, komputer, hingga bahasa asing.
LPK yang bernaung di HILSI adalah solusi nyata mengatasi pengangguran. Di mana pun, orang yang melamar kerja butuh keterampilan,” ujar Tatang, Kamis 7 Mei 2026..
Ia mencatat, jumlah LPK terdaftar di Jabar mencapai sekitar 3.500 lembaga. Keberadaan mereka, kata Tatang, sangat strategis dalam mencetak tenaga kerja terampil, tutupnya.











