Menu

Mode Gelap
Kadin Kota Bekasi Resmi Gelar Mukota VI 5 Fakta Krisis Air Bersih di Timor Tengah Selatan Pendapatan Samsat Bekasi Sentuh Rp7,18 Miliar, Didominasi PKB dan BBNKB Perkuat Sinergi, Ditjen Hubla dan Pelindo Teken Dua Perjanjian Konsesi Bersih-Bersih Reklame Ilegal: Kasat Pol PP Nesan Sujana Tabuh Genderang Penertiban Libur Panjang, Archipelago Hotels Siapkan Promo “Time Out, Relax” Diskon 40%

Info Akademia

Arsjad Rasjid Ungkap Strategi 3G untuk Pertumbuhan Inklusif

badge-check


					Arsjad Rasjid Ungkap Strategi 3G untuk Pertumbuhan Inklusif Perbesar

MatrasNews, Jakarta – Universitas Paramadina kembali menyelenggarakan Meet The Leaders dengan menghadirkan Arsjad Rasjid, Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia, sebagai pembicara utama. Dalam forum bertajuk “Driving Inclusive Growth: Innovation, Industrialization, and Energy Transition for Job Creation”, Arsjad memaparkan strategi menjawab tantangan ekonomi Indonesia melalui pendekatan 3G: Grow People, Gear Up Industry, dan Go Green.

Arsjad menyoroti penurunan daya beli masyarakat dan lonjakan pengangguran menjadi 7,28 juta orang, dengan 60% tenaga kerja masih di sektor informal. “Pertumbuhan ekonomi 4,7% tak berarti jika lapangan kerja formal minim dan upah stagnan,” tegasnya. Ia juga mengingatkan ancaman bonus demografi yang berpotensi menjadi bencana jika tidak dibarengi penciptaan lapangan kerja.

Faktor eksternal seperti ketegangan geopolitik global dan melambatnya ekonomi Tiongkok turut memengaruhi. Namun, masalah utama justru terletak pada iklim investasi yang rumit, mulai dari perizinan hingga masalah lahan. “Investasi padat modal tak cukup menyerap tenaga kerja. Sementara SDM terampil seperti perawat dan insinyur banyak bermigrasi ke luar negeri demi upah lebih tinggi,” ujarnya.

  • Grow People – Membangun SDM Indonesia sebagai talenta global melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan. Saat ini, hanya 10% tenaga kerja berlatar belakang S1, sementara sebagian besar berpendidikan SMP/SD.
  • Gear Up Industry – Reindustrialisasi berbasis nilai tambah, seperti hilirisasi mineral dan pemerataan industri di luar Jawa, berpotensi menambah USD 25 miliar ke PDB.
  • Go Green – Transisi energi sebagai peluang ekonomi baru, termasuk re-skilling pekerja sektor tinggi emisi dan pembiayaan hijau untuk UMKM.

Acara yang dibuka oleh Rektor Prof. Didik J. Rachbini, Ph.D. ini menjadi ruang diskusi kritis bagi sivitas akademika. “Kami ingin mahasiswa tak hanya mendengar, tapi terinspirasi untuk menjadi pemimpin solutif,” ujar Wijayanto Samirin, MPP, selaku moderator.

Dengan strategi 3G, Arsjad meyakini Indonesia bisa mencapai pertumbuhan inklusif berkelanjutan, asalkan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat bersinergi mengatasi tantangan struktural.

Baca Lainnya

Pelajar Indonesia Raih Emas di Olimpiade Matematika Paris

6 Mei 2026 - 00:04 WIB

Disabilitas Daksa, Doktor UNAIR Raih IPK Sempurna 4,00

3 Mei 2026 - 00:36 WIB

Orasi Ilmiah, Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness

27 April 2026 - 01:16 WIB

Kucurkan Rp253,6 Miliar, Pemprov DKI Gratiskan 103 Sekolah Swasta

22 April 2026 - 00:26 WIB

Mutiara Faiza Siswi MAN Insan Cendekia Tembus 7 Kampus Dunia, Dapat Beasiswa 80 Persen ke Jepang

14 April 2026 - 00:01 WIB

Trending di Info Akademia