“Saya ingin ketika orang mendengar nama Bantargebang, yang terbayang bukan lagi gunungan sampah. Yang terbayang adalah kawasan yang berhasil bertransformasi menjadi pusat inovasi lingkungan, pusat pertumbuhan ekonomi hijau, dan tempat lahirnya peluang-peluang baru bagi masyarakat Kota Bekasi,” tegasnya.
Transformasi ini akan dilakukan secara menyeluruh. Selain PSEL sebagai fondasi utama, Pemkot akan mengembangkan industri turunan seperti pemanfaatan fly ash dan bottom ash (FABA) untuk bahan baku konstruksi, membuka ruang bagi investasi baru, serta mendorong tumbuhnya pusat inovasi dan sektor kreatif.
Di sisi lain, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk menjajaki peluang kerja sama di sektor industri kreatif. Pemkot Bekasi membuka komunikasi antara Mizuda Group dan Dekranasda Kota Bekasi untuk memperkuat kapasitas desainer muda, meningkatkan kualitas produk UMKM, serta membuka akses pasar internasional di bidang fesyen.
“Kami ingin kolaborasi ini menjadi ruang belajar bagi desainer dan pelaku UMKM, sekaligus membuka peluang lahirnya produk-produk fesyen asal Bekasi yang memiliki daya saing internasional,” lanjut Tri.
Tidak hanya belajar, Tri juga membuka pintu lebar-lebar bagi Mizuda Group untuk berinvestasi di Kota Bekasi. “Bahkan kami berharap ke depan mereka dapat mempertimbangkan Bantargebang sebagai lokasi pengembangan industri. Visi kami adalah mengubah kawasan ini menjadi pusat inovasi lingkungan dan kawasan ekonomi hijau,” pungkasnya.












Komentar ditutup.