Menu

Mode Gelap
Kolaborasi Lintas Negara, Swiss-Belresort Dago Heritage Gelar Yoga Retreat di Bandung Bekasi Incar Transformasi Bantargebang, Tiru Kesuksesan Ekonomi Sirkular China Koalisi Sumatera Desak Penggantian Total UU Kehutanan 1999 Ingatan Kolektif yang Terkubur: Kesaksian Aktivis 1996 Menggugat Lupa BNN RI Bawa Isu Keadilan Hukum dan Kejahatan Siber ke Forum Internasional Rusia Pramono Resmikan Kantor Kejari Jakut, Soroti Tuntasnya Proyek Mangkrak

News

Ingatan Kolektif yang Terkubur: Kesaksian Aktivis 1996 Menggugat Lupa

badge-check

Ingatan Kolektif yang Terkubur: Kesaksian Aktivis 1996 Menggugat Lupa Perbesar


Peluncuran buku “Nyanyian Bawah Tanah” di Jakarta Selatan menghadirkan suara delapan penyintas penangkapan dan penyiksaan era 1996. Mereka tidak sekadar bercerita, tetapi menagih ruang ingatan bangsa atas pengorbanan yang mendahului reformasi.

MATRASNEWS, JAKARTA – Di tengah gugatan terhadap penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat masa lalu yang masih mengambang, sebuah buku kesaksian lahir dari ruang sunyi para korban.

Nyanyian Bawah Tanah: Kisah Penangkapan dan Penyiksaan Aktivis SMID/PRD 1996 resmi diperkenalkan ke publik dalam acara soft launching dan bedah buku di Kalia Restoran, Tebet, Rabu (25/6).

Buku setebal 332 halaman ini merangkum pengalaman langsung delapan aktivis yang ditangkap tanpa prosedur hukum yang jelas, ditahan, dan disiksa pada 1996 setahun sebelum Indonesia dilanda krisis multidimensi. Mereka adalah bagian dari gerakan mahasiswa dan buruh yang kritis terhadap rezim Orde Baru.

Ester Jusuf, Tenaga Ahli Kementerian HAM RI, hadir sebagai keynote speaker. Diskusi menghadirkan Trio Marpaung dan Syani selaku penulis sekaligus penyintas. Uli Parulian Sihombing, Komisioner Komnas HAM, serta Dita Indah Sari, tokoh gerakan buruh, bertindak sebagai penanggap. Assoc. Prof. Dr. Tuti Widyaningrum memandu jalannya diskusi.

Peluncuran buku ini membuka ruang dialog publik tentang pentingnya menjaga ingatan kolektif atas pengorbanan para aktivis. Mereka menghadapi penangkapan, intimidasi, hingga penyiksaan berhari-hari karena memperjuangkan kebebasan dan demokrasi–nilai yang kini dinikmati sebagai hasil reformasi.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Koalisi Sumatera Desak Penggantian Total UU Kehutanan 1999

1 Juli 2026 - 01:48 WIB

BNN RI Bawa Isu Keadilan Hukum dan Kejahatan Siber ke Forum Internasional Rusia

1 Juli 2026 - 01:22 WIB

Pramono Resmikan Kantor Kejari Jakut, Soroti Tuntasnya Proyek Mangkrak

1 Juli 2026 - 01:13 WIB

Safari Politik Jokowi, Tekanan Baru bagi Ekonomi?

30 Juni 2026 - 01:15 WIB

DPR dan Pemerintah Sinkronkan Strategi Hadapi Tekanan Ekonomi Global

30 Juni 2026 - 00:58 WIB

memperkuat koordinasi lintas lembaga guna menyusun langkah mitigasi menghadapi gejolak ekonomi global yang mulai menekan perekonomian nasional
Trending di News