Menu

Mode Gelap
Jakarta Festive Wonders 2025 Pacu Transaksi Rp15,25 Triliun Pemprov DKI Jakarta Mulai Bongkar Tiang Monorel Mangkarak Kawasan Kuningan Pemerintah Perbanyak Masa Studi SMK 4 Tahun Tingkatkan Kesiapan Kerja Lulusan Pelita Air dan Pos Logistik Indonesia Kolaborasi, Percepat Penyaluran Bantuan Kemanusiaan di Sumatra OTO Mall Exhibition Kembali Hadir di BXC 1, Pamerkan Suzuki Fronx yang Menawan Bank DBS Indonesia Salurkan Fasilitas Pembiayaan Bagi Sucden Coffee Indonesia Untuk Dorong Petani Kopi UMKM Lokal

Info Akademia

Bukan Penghalang Mimpi, Siswa Tunarungu Taklukkan Universitas Brawijaya


					Bukan Penghalang Mimpi, Siswa Tunarungu Taklukkan Universitas Brawijaya Perbesar

Matras News – Kisah inspiratif datang dari Fakhri Irfan Zakiy, seorang siswa penyandang disabilitas tunarungu yang berhasil menembus salah satu kampus ternama di Indonesia, Universitas Brawijaya (UB).

Melalui jalur Seleksi Mandiri UB (SUMB), pemuda asal Serpong ini membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi langkahnya untuk meraih pendidikan tinggi.

Fakhri, lulusan SMA Global Islamic School (GIS) Serpong sekolah inklusif yang mendorong integrasi antara siswa disabilitas dan non-disabilitas telah menunjukkan ketangguhan akademik sejak dini.

Majalah Matras scaled

Meski hidup tanpa pendengaran, semangat belajarnya tak pernah surut. Ia berhasil bersaing dengan ribuan pelajar lainnya dan lolos ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UB, salah satu fakultas favorit di kampus tersebut.

Dalam pernyataan yang dibagikan melalui kakaknya, Fakhri ingin kisahnya menjadi motivasi bagi penyandang disabilitas lainnya. “Saya ingin adik-adik disabilitas tahu bahwa kita punya hak yang sama untuk belajar dan meraih mimpi. Jangan biarkan keterbatasan menghentikan langkah kita,” tulis sang kakak di media sosial.

Prestasi Fakhri bukanlah hasil instan. Ia mengandalkan metode belajar visual, seperti membaca buku, menonton video dengan teks, dan dibantu oleh guru pendamping khusus (GPK) di sekolahnya.

Dukungan lingkungan inklusif di SMA GIS Serpong juga menjadi kunci keberhasilannya, memungkinkannya berinteraksi dan bersaing secara sehat dengan teman-teman non-disabilitas.

Kisah Fakhri menjadi pengingat bahwa kesuksesan tidak mengenal batas. Dengan tekad kuat, sistem pendukung yang baik, dan lingkungan inklusif, penyandang disabilitas bisa meraih prestasi gemilang.

“Fakhri adalah bukti bahwa disabilitas bukanlah halangan, melainkan tantangan yang bisa diatasi,” kata salah seorang gurunya.

Kini, Fakhri bersiap memulai babak baru sebagai mahasiswa UB, membawa harapan baru bagi komunitas disabilitas di Indonesia.

Baca Lainnya

Pemerintah Perbanyak Masa Studi SMK 4 Tahun Tingkatkan Kesiapan Kerja Lulusan

15 Januari 2026 - 01:09 WIB

Pemerintah Perbanyak Masa Studi SMK 4 Tahun Tingkatkan Kesiapan Kerja Lulusan

Hotel Grandhika Pemuda Semarang Hadirkan Aneka Menu Spesial Sambut Tahun Baru 2026

14 Januari 2026 - 02:05 WIB

Hotel Grandhika Pemuda Semarang Hadirkan Aneka Menu Spesial Sambut Tahun Baru 2026

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Sekjen PGRI Berharap Gaji Guru Dinaikan

14 Januari 2026 - 01:51 WIB

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Sekjen PGRI Kota Bekasi Berharap Gaji Guru Dinaikan

Menilik Jurusan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Jelang Pendaftaran SNBP 2026

14 Januari 2026 - 01:41 WIB

Menilik Jurusan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Jelang Pendaftaran SNBP 2026

IFP Dukung Inovasi Guru di SMK Muhammadiyah 1 Pandaan, Teknologi Perkuat Pembelajaran

13 Januari 2026 - 01:02 WIB

SMK Muhammadiyah 1 Pandaan
Trending di Info Akademia
error: Matras News
Majalah Matras