Kajian The Lead Institute Soroti Flexing dan FOMO sebagai Penyakit Rohani Modern
MATRASNEWS, JAKARTA – Di tengah arus digital yang serba cepat, cinta kerap terjebak dalam pencitraan dan validasi. Fenomena flexing hingga FOMO menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warganet.
Persoalan ini menjadi bahasan Kajian Filsafat dan Agama 2026 Seri Kedua dengan tema “Hubbud-Dunya di Era Digital”. The Lead Institute Universitas Paramadina menggelar acara ini bersama MaHa Indonesia, Pray Foundation, dan Pratita Foundation pada Jumat (29/5/2026).
Cinta Bukan Kepemilikan, tapi Tindakan Aktif
Yayah Khisbiyah, Dosen Psikologi UMS, menjelaskan pemikiran Erich Fromm. Menurut filsuf Madzhab Frankfurt itu, manusia modern kerap sibuk menjadi sosok yang pantas dicintai. Mereka lupa belajar bagaimana caranya mencintai.
“Cinta bukan kepemilikan dan bukan hubungan transaksional. Cinta adalah tindakan aktif yang ditandai perhatian, tanggung jawab, rasa hormat, dan pengetahuan terhadap orang lain,” jelas Yayah.
Ia menambahkan, cinta dalam konteks kemanusiaan universal mesti dimaknai sebagai energi positif. Energi itu terwujud dalam tindakan merawat kehidupan sosial dan kelestarian lingkungan.
Waspadai Hubbud-Dunya di Dunia Maya











