Ketua The Lead Institute, Suratno Muchoeri, menyoroti pemikiran Nurcholish Madjid. Cak Nur melihat cinta sebagai jalan mendekat kepada Tuhan atau taqarrub ilallah. Manusia perlu waspada terhadap hubbud-dunya, yakni kecintaan berlebihan pada dunia.
Di era digital, bentuk baru cinta duniawi tampak dalam budaya flexing dan dorongan mengejar viralitas. Cak Nur menyebutnya sebagai penyakit rohani modern.
Meski berasal dari disiplin berbeda, Fromm dan Cak Nur sepakat menolak egoisme. Keduanya memandang cinta sebagai kekuatan aktif yang memerdekakan manusia dan membangun solidaritas sosial. “Cinta bukan sekadar emosi pasif. Cinta adalah seni aktif, tindakan sadar dan komitmen,” tutup Suratno.
Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.











