MATRASNEWS, BEKASI – Direktur Utama PT Mitra Patriot (PTMP), David Rahardja, tancap gas melakukan reformasi total di tubuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) transportasi Kota Bekasi.
Dalam gerak cepatnya, pria yang akrab disapa David ini tidak hanya melunasi utang gaji karyawan yang mengendap bertahun-tahun, tetapi juga membuka lebar pintu investigasi dugaan korupsi pengelolaan bus Transpatriot kepada kepolisian.
Langkah pertama yang langsung terasa adalah pembayaran tunggakan gaji belasan mantan karyawan yang digelontorkan Kamis pekan lalu. Total dana segar sebesar Rp800 juta dikucurkan untuk menuntaskan kewajiban masa lalu yang sempat menjadi polemik di Dinas Ketenagakerjaan Kota Bekasi .
“Uang ini murni hasil kerja keras perusahaan saat ini, bukan dari modal atau utang. Kami ingin memulai lembaran baru tanpa beban sejarah yang menghambat,” ujar David kepada wartawan, Jumat (13/3/2026).
Ia menjelaskan, keterlambatan pembayaran selama ini disebabkan oleh persoalan administratif berkas para mantan karyawan yang baru rampung. Namun, David memberi catatan tegas: gaji direksi dan kepala divisi periode lama belum dibayarkan lantaran pertanggungjawaban kinerja mereka dinilai janggal dan tidak memenuhi syarat.
Tak hanya urusan gaji, David juga membuka kotak pandora soal tata kelola bus Transpatriot yang kini tengah diusut Tim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Metro Jaya. Saat pertama kali menjabat pada 2025, ia mengaku syok mendapati armada kebanggaan warga Bekasi itu dalam kondisi memprihatinkan.











