Menu

Mode Gelap
Matras News dan Pullman Jakarta Central Park Perkuat Sinergi Media Jakarta Gaungkan SDGs Lewat Museum, Target 2030 Makin Dekat Pertamina Patra Niaga Kerek Turun Harga Bright Gas, Insentif Konsumen di Tengah Dinamika Pasar Stasiun Pengisian Daya BRT Bandung Mulai Dibangun, Hibah dari Korsel Krisis Lahan TPU Jatisari Kian Kritis, Dinas Perkimtan Kota Bekasi Siapkan Strategi Darurat Kejari Kota Bekasi Tahan Kabid Pasar Tersangka Pungli MCK Bantargebang

Info Akademia

Festival Harmoni Bintang Bukti Nyata Komitmen Pendidikan Inklusif di HUT ke-80 RI

badge-check

Festival Harmoni Bintang Bukti Nyata Komitmen Pendidikan Inklusif di HUT ke-80 RI Perbesar

MatrasNews, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuktikan komitmennya terhadap pendidikan inklusif melalui Festival Kolaboratif Harmoni Bintang, ajang pameran dan pertunjukan karya siswa dari berbagai latar belakang, termasuk sekolah formal, nonformal, dan peserta didik berkebutuhan khusus. Acara ini digelar selama tiga hari (1–3 Agustus 2025) dalam rangkaian peringatan HUT ke-80 RI.

Dengan subtema “Murid Berdaya, Indonesia Jaya”, festival ini menampilkan beragam talenta, mulai dari penampilan musik angklung oleh siswa tuna rungu SLB Negeri Cicendo Bandung hingga karya seni decoupage dari LKP Aura Kreatif Garut. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi alat penyetaraan, bukan seleksi.

“Kami berusaha agar setiap anak Indonesia, apapun kondisinya, mendapat hak yang sama untuk berkembang,” tegas Mu’ti dalam acara puncak, Senin (4/8/2025).

Tak sekadar pertunjukan, festival ini juga menjadi wadah kolaborasi antara SMK, PKBM, dan komunitas belajar lainnya. Vera Susanti, Ketua LKP Aura Kreatif, berharap pameran ini membuka peluang pasar bagi karya peserta didik.

Festival Harmoni Bintang menjadi bukti bahwa pendidikan inklusif bukan hanya tanggung jawab moral, tapi strategi membangun Indonesia Emas 2045. Dengan memberi ruang bagi semua anak, Kemendikdasmen menyampaikan pesan kuat: tidak ada kemajuan tanpa kesetaraan.

 

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Manusia di Zaman Edan: The Lead Institute Paramadina Bahas Kritik Herbert Marcuse dan Cak Nur

9 Juli 2026 - 00:09 WIB

Ketimpangan Pendidikan Tinggi: Rektor Paramadina Sebut PTN “Menindas” PTS

9 Juli 2026 - 00:08 WIB

Ketimpangan Pendidikan Tinggi: Rektor Paramadina Sebut PTN "Menindas" PTS

Misteri Kuota SMPN 1 Sukaraja Bogor: 33 Siswa Gugur, Data Ditutup Rapat, Disdik Bungkam

9 Juli 2026 - 00:05 WIB

Revisi UU Sisdiknas, Wajib Belajar 13 Tahun dan Penguatan Anggaran Pendidikan

9 Juli 2026 - 00:03 WIB

Mahasiswa UI Ciptakan Pulse-Ed, Solusi Belajar bagi Anak Sakit Kronis Raih Penghargaan Global

7 Juli 2026 - 00:52 WIB

Trending di Info Akademia