Menu

Mode Gelap
Masyarakat Tak Panic Buying Jelang Idulfitri, Stok BBM Aman Pekan Depan Kendaraan Truk Terkena Pembatasan di Ruas Tol dan Jalan Arteri Pemprov DKI Gelontorkan Rp1,62 Triliun untuk KJP Plus Tahap I 2026 Update Pencarian Longsor TPA Bantargebang: Korban Meninggal Jadi Enam Orang, Satu Masih Hilang Swiss-Belresidences Kalibata Rilis Promo Lebaran Rayakan Idul Fitri Bersama BWH Hotels Indonesia

Gaya Hidup Sehat

Fisioterapi: Untuk Penyakit Apa Saja?, Ini Penjelasan Dr. Veronika Tita Primaya Hospital Bekasi Timur

badge-check


					Fisioterapi: Untuk Penyakit Apa Saja?, Ini Penjelasan Dr. Veronika Tita Primaya Hospital Bekasi Timur Perbesar

Matras News, Bekasi – Fisioterapi mungkin tak begitu dikenal dibanding program pemulihan medis lain, seperti kemoterapi atau hipnoterapi.

Namun peringatan Hari Terapi Fisik atau Fisioterapi Sedunia setiap 8 September sudah dirayakan sejak 1996.

Konfederasi Dunia untuk Terapi Fisik menginisiasi perayaan ini untuk menghormati dan menegaskan kerja keras para fisioterapis serta peran vital mereka dalam memulihkan kesehatan pasien lewat berbagai program terapi yang disesuaikan dengan kebutuhan individu setiap pasien.

Ditinjau oleh: Veronika Tita D, STr, FtFisioterapis – Primaya Hospital Bekasi Timur mengenal Fisioterapi.

Fisioterapi adalah profesi di bidang kesehatan yang bertujuan membantu pemulihan pasien dari cedera, sakit, atau disabilitas. Ahli fisioterapi disebut fisioterapis.

Lewat fisioterapi, pasien dibimbing dan dibantu untuk mengembalikan kemampuan fungsional dan gerakannya. Fisioterapis juga bisa memberikan saran dan rekomendasi untuk menghindari cedera dalam aktivitas tertentu, terutama bagi atlet olahraga.

Fisioterapis berbeda dengan dokter. Mereka kerap menjadi bagian dari tim di rumah sakit dalam program pemulihan pasien tertentu.

Ahli fisioterapi juga bisa berpraktik secara mandiri atau bergabung dengan tim kesehatan suatu tim olahraga atau atlet.

Fisioterapis bertugas menilai, merawat, dan mengelola berbagai masalah fisik terkait dengan sistem pernapasan, kardiovaskular, neuromuskular, dan muskuloskeletal tubuh manusia.

Pasien bisa berkonsultasi langsung dengan fisioterapis atau mendapat rujukan dari dokter utama yang menangani.

Dalam sesi konsultasi, fisioterapis akan mempelajari riwayat kesehatan pasien, menilai, dan mendiagnosis kondisi pasien, lalu merancang rencana perawatan sesuai dengan diagnosis tersebut.

Berbagai Gangguan Kesehatan yang Memerlukan Fisioterapi

Fisioterapi dapat menjadi sarana untuk memulihkan pasien dari berbagai gangguan kesehatan.

Para ahli fisioterapi menggunakan pengetahuan dan keterampilannya untuk meningkatkan performa sistem tubuh yang mengalami gangguan seperti: Sakit leher dan punggung yang disebabkan oleh masalah pada otot dan kerangka.

Masalah pada tulang, persendian, otot, dan ligamen, seperti radang sendi dan efek setelah amputasi.

Masalah paru-paru, seperti asma Disabilitas akibat masalah jantung Masalah panggul, seperti masalah kandung kemih dan usus yang berkaitan dengan persalinan Kehilangan kemampuan bergerak karena trauma pada otak atau tulang belakang, atau akibat penyakit seperti Parkinson dan multiple sclerosis Kelelahan, nyeri, bengkak, kaku, dan kehilangan kekuatan otot, misalnya selama pengobatan kanker atau perawatan paliatif.

Dengan program yang sesuai dengan kondisi pasien terkait dengan berbagai masalah kesehatan tersebut, fisioterapi bisa membantu pasien untuk: Menjadi lebih kuat dan fleksibel.

Meningkatkan kebebasan bergerak dan mobilitas

Bernapas lebih mudahMengurangi rasa sakit

Tetap aktif Mencegah Cedera apakah Ada Efek Samping Fisioterapi?

Dalam proses fisioterapi, ada kemungkinan muncul efek samping yang berkaitan dengan perawatan pasien.

Contohnya:Rasa sakitSalah satu efek samping fisioterapi yang utama adalah pasien mengalami rasa sakit saat menjalani terapi.

Efek samping ini sebetulnya wajar karena menjadi bagian dari proses pemulihan. Namun kadang pasien merasa jera begitu merasakan sakit dalam terapi sehingga enggan melanjutkan terapi.

Terapis umumnya akan memberikan resep pereda rasa sakit, termasuk lewat obat yang dikonsumsi sebelum sesi terapi.

PembengkakanDalam proses pemulihan otot, ligamen, atau tendon, tubuh bisa memberikan respons berupa edema alis pembengkakan.

Pembengkakan bagian tubuh tertentu ini dapat menambah rasa sakit dan membatasi gerakan.

Namun terapis akan berupaya mengurangi rasa sakit dan pembengkakan dalam setiap sesi.

Masalah psiko-emosional

Terapi pemulihan bisa berlangsung lama hingga hitungan minggu, bahkan bulan atau tahun, tergantung jenis masalah yang ditangani.

Proses yang panjang ini bisa menimbulkan masalah psiko-emosional. Pasien perlu lebih proaktif dalam hal ini dengan cara membicarakan tekanan yang dialami kepada fisioterapis.

Pasien membutuhkan pendampingan dari orang-orang terdekat selama menjalani terapi.

Jika perlu, pasien dapat berkonsultasi dengan psikolog.Hasil tak langsung terasa.

Terkait dengan poin sebelumnya, terapi mungkin tak langsung memberikan hasil dalam waktu singkat dan karena itu membuat pasien tak ingin melanjutkan terapi.

Penting untuk mengetahui bahwa sama seperti jenis intervensi medis lain, tidak ada garansi pemulihan atau kesembuhan pasien sepenuhnya dari fisioterapi.

Terapi adalah proses yang berkelanjutan. Jika terapi berhenti di tengah jalan, ada kemungkinan pasien mengalami hambatan dalam pemulihan ke depan.

Alih-alih berhenti, pasien bisa mendiskusikan masalah yang dialami sehingga fisioterapis dapat menyesuaikan program pemulihan sesuai dengan harapan pasien.

Berapa Rata-rata Biaya untuk Fisioterapi?Tidak ada standar biaya fisioterapi karena kebutuhan setiap pasien berbeda-beda.

Biaya antara lain ditentukan dari apa program yang dijalani, seberapa banyak sesi terapi, apa teknik fisioterapi yang dijalankan, dan lokasi terapi.Beberapa penyedia layanan fisioterapi menawarkan program terapi di rumah.

Jadi fisioterapis yang mendatangi pasien. Namun umumnya biaya untuk layanan ini lebih tinggi.

Biaya untuk fisioterapi akan jauh lebih murah atau bahkan gratis bila pasien menggunakan layanan asuransi kesehatan atau BPJS Kesehatan.

Kapan Fisioterapi Dibutuhkan?Fisioterapi berguna untuk orang segala usia dan berbagai gender yang mengalami keterbatasan fungsi tubuh karena masalah kesehatan tertentu.

Berikut ini beberapa alasan untuk menemui fisioterapis:

Penyakit: Setelah sakit berkepanjangan atau selama/setelah sakit yang mempengaruhi mobilitas, keseimbangan, atau keterampilan motorik.Kondisi kesehatan kronis: Beberapa kondisi kesehatan kronis seperti diabetes dapat memengaruhi mobilitas dan keseimbangan.Setelah operasi: Setelah operasi, bangun dan bergerak adalah bagian yang sangat penting dari proses penyembuhan.

Jika bagian tubuh seperti tangan, kaki, atau punggung terpengaruh, fisioterapi dapat membantu pasien mendapatkan kembali kemampuannya untuk bergerak.

Cedera: Cedera yang membuat pasien sangat kesakitan atau tidak mampu bergerak sering kali dapat diatasi melalui fisioterapi.Penuaan: Seiring dengan bertambahnya usia, ada perubahan dalam tubuh yang mempengaruhi gerakan dan fungsi.

Fisioterapi dapat membantu memulihkan sebagian dari fungsi itu.

Masalah kesehatan utama: Serangan jantung, stroke, cedera otak traumatis, dan masalah kesehatan lain dapat menimbulkan gangguan terhadap fungsi tubuh sehari-hari.

Fisioterapi dapat membantu pasien mendapatkan kembali sebagian atau seluruh fungsi tersebut.

Peningkatan kinerja fisik: Atlet atau masyarakat umum yang ingin lebih bugar dapat menjajal fisioterapi untuk memaksimalkan potensi kinerja tubuh.

Kesehatan umum: Pasien dapat memulai fisioterapi untuk menjaga kesehatan umum, termasuk melawan efek penuaan.

Baca Lainnya

Bukan Cuma Keturunan, Studi Terbaru Ungkap Gula Darah Tinggi Bisa Jadi “Bensin” Tumor

9 Maret 2026 - 01:16 WIB

Bukan Cuma Keturunan, Studi Terbaru Ungkap Gula Darah Tinggi Bisa Jadi "Bensin" Tumor

Krisis Dokter Anestesi di Papua, Uncen Buka Program Spesialis Pertama

5 Maret 2026 - 01:45 WIB

Serah Terima Jabatan, Dwi Sudarwanto Plt Direktur RSUD Jatisampurna

2 Maret 2026 - 16:49 WIB

Satu dari Empat Dewasa Alami Obesitas, Ini Kata Dokter Luciana Primaya Hospital Kelapa Gading

2 Maret 2026 - 02:00 WIB

Satu dari Empat Dewasa Alami Obesitas, Ini Kata Dokter Luciana Primaya Hospital Kelapa Gading

Penanganan Penyintas Kanker Lansia, Ini Kata dr. Daniel Rizky Primaya Hospital Semarang

20 Februari 2026 - 01:00 WIB

Penanganan Penyintas Kanker Lansia, Ini Kata dr. Daniel Rizky Primaya Hospital Semarang
Trending di Gaya Hidup Sehat