Menu

Mode Gelap
Ironi Laba Kertas PHE: Direksi Panen Tantiem Mewah, Korporasi Terjerat Utang Bunga Rp1,56 Triliun. DPR Ingatkan Risiko Psikologis terhadap Wajib Pajak DJP Klarifikasi Peran Babinsa dan Bhabinkamtibmas: Hanya Koordinasi, Bukan Penagihan Pajak HANA Japanese Pop-Up Kitchen Hadir di Swiss-Belresort Dago Heritage Bank Jakarta Buka Cabang Masa Depan di Kebayoran Park Uji Simulasi Darurat DBD, CDC dan Kemenkes RI Evaluasi Kesiapan Operasional

News

Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Sipil Tuntut Revisi UU Kehutanan

badge-check

Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Sipil Tuntut Revisi UU Kehutanan Perbesar


Revisi Parsial Ditolak, UU Kehutanan Baru Dituntut

MATRASNEWS, JAKARTA – Surat tuntutan resmi dikirimkan Koalisi Reset Kehutanan kepada pimpinan DPR, Ketua Badan Legislatif, Komisi IV, Panitia Kerja UU Kehutanan, dan Menteri Kehutanan pada 4 Juni 2026.

Revisi parsial yang berjalan dinilai tambal sulam oleh koalisi. Prinsip partisipasi bermakna disebut tidak terpenuhi. Krisis tata kelola hutan dinilai gagal dijawab.

Penggantian total UU Kehutanan dengan undang-undang baru dituntut koalisi. Hal ini disampaikan Anggi Prayoga, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia. Revisi parsial yang terburu-buru dinilai tidak tepat.

Tiga tuntutan utama ditegaskan koalisi. Pertama, revisi parsial ditolak karena UU Kehutanan dinilai gagal secara filosofis, yuridis, dan sosiologis. Kedua, UU Kehutanan baru yang partisipatif harus dibentuk. Pemulihan ekosistem dan kebijakan anti-deforestasi menjadi fokus utamanya. Ketiga, proses revisi yang sedang berlangsung dihentikan sementara. Prinsip terbuka dan partisipasi penuh makna wajib diterapkan.

Deforestasi Membludak, Penegakan Hukum Mandul

Data Forest Watch Indonesia mencatat lonjakan deforestasi dari 777 ribu hektare pada 2024 menjadi 1,01 juta hektare pada 2025. Angka ini menjadi yang terbesar dalam lima tahun terakhir. Tsabit Khairul Auni menyebut momentum Hari Lingkungan Hidup sebagai peringatan keras bagi Indonesia.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Ironi Laba Kertas PHE: Direksi Panen Tantiem Mewah, Korporasi Terjerat Utang Bunga Rp1,56 Triliun.

22 Juli 2026 - 14:12 WIB

DPR Ingatkan Risiko Psikologis terhadap Wajib Pajak

22 Juli 2026 - 13:02 WIB

DJP Klarifikasi Peran Babinsa dan Bhabinkamtibmas: Hanya Koordinasi, Bukan Penagihan Pajak

22 Juli 2026 - 12:51 WIB

Sensus Ekonomi 2026: Fondasi Kebijakan Ketenagakerjaan yang Lebih Tepat Sasaran

22 Juli 2026 - 00:06 WIB

Satgas PRR Desak Pemda Tuntaskan Lahan Huntap

22 Juli 2026 - 00:05 WIB

Trending di News