Menu

Mode Gelap
3000 Bonek Diprediksi Away Jakarta Pemprov DKI Gratiskan 103 Sekolah Swasta Grand Dafam Braga Luncurkan Paket Intimate Wedding & Engagement Specteve Rilis Infinite Euphoria di Summarecon Mall Bekasi Perjalanan Organik Specteve dari Nyanyi Bareng hingga Panggung Raya Polsek Jatiasih Berikan Penyuluhan di SMPN 30 Kota Bekasi

Bisnis

Indonesia Perkuat Strategi Ekspor Tuna Lewat Seminar di SENA 2026

badge-check


					FOTO: Perbesar

FOTO: "Indonesia in Dialogue: A Tuna Case Study Toward Sustainable and Traceable Seafood" di ajang Seafood Expo North America (SENA) 2026

MATRASNEWS, JAKARTA – Paviliun Indonesia menggelar seminar bertajuk “Indonesia in Dialogue: A Tuna Case Study Toward Sustainable and Traceable Seafood” di ajang Seafood Expo North America (SENA) 2026, Senin (16/3). Seminar ini membedah strategi penguatan ekspor sektor perikanan melalui aspek keberlanjutan dan ketertelusuran.

Kegiatan yang digelar Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan RI Washington DC dan KBRI Washington DC itu menghadirkan sejumlah panelis, termasuk Staf Ahli Bidang Transformasi Digital Kemenko Pangan Bara Hasibuan, Director PT Primo Indo Ikan Andajani, serta pendiri Oddisea Superfrozen Michael McNicholas.

Atdag RI Washington DC, Ranitya Kusumadewi, menyatakan seminar ini bertujuan menunjukkan komitmen jangka panjang Indonesia menjaga pangsa ekspor seafood ke AS dan negara lain melalui prinsip keberlanjutan dan ketertelusuran.

“Indonesia memperkuat tata kelola sektor perikanan lewat peningkatan sistem sertifikasi dan inspeksi, penguatan pengujian laboratorium, serta pengembangan sistem dokumentasi di sepanjang rantai pasok,” ujarnya.

Bara Hasibuan menekankan, sebagai produsen tuna terbesar dunia dan pemasok utama ke AS, Indonesia perlu memastikan tiga hal: keberlanjutan, keamanan pangan, dan ketertelusuran produk sebagai fondasi menjaga akses pasar.

Sementara itu, pelaku usaha mulai beradaptasi dengan metode penangkapan ramah lingkungan seperti handline dan pole-and-line. “Kami bekerja sama dengan nelayan skala kecil untuk memastikan kualitas ikan, proses terdokumentasi jelas, dan penangkapan bertanggung jawab,” kata Andajani.

Direktur International Pole and Line Foundation Craig Turley mengapresiasi langkah Indonesia yang dinilai menciptakan efisiensi rantai pasok dan membangun kepercayaan buyer. Michael McNicholas menambahkan, sistem ketertelusuran yang terhubung dan transparansi data menjadi faktor utama keputusan buyer.

Baca Lainnya

Pemerintah Genjot Debottlenecking, Buka Jalan Investasi ke Target 8%

7 April 2026 - 00:08 WIB

Pemerintah Genjot Debottlenecking, Buka Jalan Investasi ke Target 8%

Operasional Taman Safari Group Fasilitas Prima, Layanan Optimal

27 Maret 2026 - 00:06 WIB

Operasional Taman Safari Bali Fasilitas Prima, Layanan Optimal

Harga Emas Dunia Alami Koreksi Mingguan Terbesar dalam Sejarah

24 Maret 2026 - 09:10 WIB

Adira Finance Kembali Hadirkan Program KURMA 2026

24 Maret 2026 - 08:36 WIB

Archipelago dan Letsfly Jalin Kemitraan Strategis

23 Maret 2026 - 00:20 WIB

Trending di Bisnis