MATRASNEWS, JAKARTA – Kolaborasi riset antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi dimulai setelah penandatanganan Nota Kesepahaman di Jakarta, Selasa (28/7). Fokus utama kerja sama ini adalah pengembangan teknologi Automatic Train Protection (ATP) untuk memperkuat aspek keselamatan dan keandalan operasional perkeretaapian nasional.
Keselamatan dan Kompleksitas Jadi Pertimbangan Utama
Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi KAI, I Gede Darmayusa, menegaskan bahwa pengembangan ATP memerlukan kajian mendalam karena kompleksitas operasional di Indonesia. Sistem ini berfungsi mencegah kereta melewati sinyal berbahaya, mengawasi kecepatan, dan memberi informasi penting kepada masinis.

Kolaborasi dengan BRIN memberi ruang bagi KAI untuk menguji berbagai alternatif teknologi berbasis riset. Dengan pendekatan Proof of Product, kedua lembaga akan memvalidasi fungsi dan kesiapan teknologi sebelum diterapkan secara luas, memastikan keputusan implementasi memiliki landasan teknis dan keselamatan yang kuat.















Komentar ditutup.