Dalam diskusi “Bincang Santai EITS Jelang Buka Puasa 2026: Potensi Besar Bisnis Asuransi Di Balik Peningkatan Produksi Migas” yang digelar di Jakarta.
MATRASNEWS, JAKARTA – Langkah pemerintah meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional membuka peluang besar bagi industri asuransi domestik. Namun, untuk memanfaatkan momentum tersebut, penguatan kapasitas industri, peningkatan retensi risiko, serta kolaborasi erat antara pelaku migas dan asuransi menjadi prasyarat mutlak.
Hal itu mengemuka dalam diskusi “Bincang Santai EITS Jelang Buka Puasa 2026: Potensi Besar Bisnis Asuransi Di Balik Peningkatan Produksi Migas” yang digelar di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026. Acara tersebut menghadirkan pemangku kepentingan dari sektor hulu migas dan industri asuransi.
Kepala Divisi Perpajakan, Asuransi dan Perbendaharaan SKK Migas, Achmad Rezki Isfadjar, menyatakan bahwa industri hulu migas secara konsisten menghadirkan aktivitas investasi tinggi yang menciptakan kebutuhan proteksi risiko berkelanjutan. Belanja dari kontraktor dan industri pendukung disebutnya sangat besar.
“Tantangannya adalah bagaimana risiko dan kebutuhan asuransi industri hulu migas ini bisa menjadi market untuk rumah kita sendiri secara maksimal,” ujar Rezki.











