MATRASNEWS, JAKARTA – Toyota resmi melengkapi jajaran legenda off-roadnya dengan kehadiran Land Cruiser FJ, model kompak bergaya retro yang menyasar pasar negara berkembang.
Debut pertama kali pada Oktober tahun lalu, FJ kini mulai dipasarkan. Mobil ini bukan penerus FJ Cruiser, melainkan entitas baru dengan akronim “Freedom & Joy”. Posisinya sebagai pelengkap Land Cruiser seri 70, 300, dan 250 yang sudah eksis.
Desain Retro, Harga di Bawah Fortuner
Mengusung siluet kotak khas FJ40, Toyota sengaja menghadirkan pendekatan desain berbeda dari saudara-saudaranya. FJ dibangun di atas platform IMV yang sama dengan Fortuner dan Hilux, namun dengan dimensi lebih kompak.
Panjangnya 4.575 mm dan radius putar hanya 5,5 meter. Angka itu membuatnya lebih gesit di perkotaan. Harga di Jepang dipatok mulai 4.500.100 yen atau sekitar Rp500 juta. Angka itu lebih murah ketimbang Fortuner termurah yang saat ini tembus Rp620,5 juta.
Mesin Teruji, Kemampuan Off-road Mumpuni
Di sektor dapur pacu, Toyota masih mengandalkan mesin bensin 2.7 liter 2TR-FE yang sudah teruji durabilitasnya. Tenaga mencapai 163 PS dengan torsi 246 Nm, disalurkan lewat transmisi 6 percepatan.
Meski kompak, FJ tetap mengusung sasis ladder frame, suspensi double wishbone di depan dan 4-link rigid di belakang. Toyota mengklaim sudut approach dan departure lebih baik 15 derajat dibanding seri 250. Fitur electric rear differential lock juga disematkan.
Diproduksi di Thailand, Bisa Langganan Bulanan
Toyota memilih pabrik Ban Pho, Thailand sebagai basis produksi FJ. Pasar sasaran utama adalah negara berkembang. Untuk menjangkau konsumen muda, Toyota juga menyediakan skema langganan KINTO mulai Rp4,2 juta per bulan.
Hingga Maret 2026, total penjualan global Land Cruiser telah mencapai 12,4 juta unit di lebih dari 190 negara. Dengan hadirnya FJ, Toyota berharap memperkuat dominasi di pasar SUV 4×4 kompak yang semakin diminati.











