Menu

Mode Gelap
Quest Prime Cikarang by Aston Hadirkan Paket Family Staycation Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, hadiri Purnawiyata SD Islam Baabut Taubah Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Sipil Tuntut Revisi UU Kehutanan Ratusan Pemuda Peringati HTTS dengan CFD, Soroti Bahaya Rokok bagi Generasi Muda Korban Tenggelam di Curug Ciparay Berhasil Ditemukan OJK Minta Klarifikasi Penyelenggara Solusiku soal Dugaan Pelanggaran Penagihan

Bisnis

Amunisi, Daya Tahan, dan Nyali: Tiga Ujian di Balik Pertumbuhan 5,61%

badge-check


					FOTO: Pengajar Universitas Paramadina, Dr. Ariyo DP Irhamna Perbesar

FOTO: Pengajar Universitas Paramadina, Dr. Ariyo DP Irhamna


MATRASNEWS, JAKARTA — Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% pada triwulan I-2026. Namun, pengajar Universitas Paramadina, Ariyo DP Irhamna, menilai angka itu menyimpan tiga ujian yakni, amunisi fiskal, daya tahan struktur ekonomi, dan nyali politik untuk reformasi.

Menurut Ariyo, pertumbuhan ditopang belanja pemerintah yang menyumbang 1,26 poin persentase. Tanpanya, pertumbuhan hanya sekitar 4,4-4,6%. “Membaca 5,61% sebagai momentum menguat adalah keliru,” tulisnya.

Dari sisi fiskal, keseimbangan primer APBN berbalik dari surplus Rp21,9 triliun menjadi defisit Rp95,8 triliun. Bunga utang membengkak 18,6% dan subsidi energi melonjak. Rupiah pun tertekan di level Rp17.605 per dolar AS.

Sementara itu, PMI manufaktur April 2026 sudah masuk zona kontraksi (49,1). Rasio kredit macet properti naik menjadi 3,24%, menandakan kelas menengah tertekan.

Ariyo mendorong pemerintah mempercepat belanja modal produktif dan mereformasi subsidi energi. “Pertanyaannya bukan sekadar validitas angka, tetapi siapa yang menanggung biaya pertumbuhan ini,” ujarnya.

Baca Lainnya

Bank DBS Indonesia Dukung Infrastruktur Lewat Obligasi Ritel

7 Juni 2026 - 04:21 WIB

Tarif KA Rangkasbitung–Merak dan Kereta Petani Rp3.000

4 Juni 2026 - 00:36 WIB

Kokola Group Salurkan Sapi Limosin untuk Qurban

30 Mei 2026 - 11:39 WIB

Airbnb Kini Tawarkan Layanan Jemput Bandara Hingga Titip Koper untuk Liburan Anti Ribet

29 Mei 2026 - 01:49 WIB

Kapasitas Fiskal Terbatat, Ekspansi Program Prioritas Pemerintah Terganjal Utang

28 Mei 2026 - 00:48 WIB

Menjawab Kritik Menkeu Purbaya, Wakil Rektor Soroti Kendala Struktural Perbankan Syariah
Trending di Bisnis