Menu

Mode Gelap
Kadin Kota Bekasi Resmi Gelar Mukota VI 5 Fakta Krisis Air Bersih di Timor Tengah Selatan Pendapatan Samsat Bekasi Sentuh Rp7,18 Miliar, Didominasi PKB dan BBNKB Perkuat Sinergi, Ditjen Hubla dan Pelindo Teken Dua Perjanjian Konsesi Bersih-Bersih Reklame Ilegal: Kasat Pol PP Nesan Sujana Tabuh Genderang Penertiban Libur Panjang, Archipelago Hotels Siapkan Promo “Time Out, Relax” Diskon 40%

Info Akademia

Kemenkes Targetkan 53 Juta Siswa Ikut Cek Kesehatan Gratis pada 2025

badge-check


					Kemenkes Targetkan 53 Juta Siswa Ikut Cek Kesehatan Gratis pada 2025 Perbesar

MatrasNews, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan 53 juta siswa di seluruh Indonesia mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah pada 2025. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Presiden dan Wakil Presiden untuk memperkuat layanan kesehatan preventif sejak dini.

Program ini akan menjangkau 282.317 satuan pendidikan, mulai dari SD hingga SMA/SMK, termasuk madrasah, pesantren, dan sekolah binaan Kementerian Sosial. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan, program ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memastikan akses kesehatan merata.

“Hasil sementara di 72 sekolah percontohan menunjukkan masalah gigi, mata, anemia, dan kesehatan jiwa paling dominan. Saya terkejut, banyak anak mengalami kecemasan akibat gadget,” ujar Budi, Kamis (31/7).

Program ini memperkenalkan pemeriksaan kesehatan jiwa untuk deteksi dini kecemasan dan depresi. Selain itu, siswa SMP/SMA akan diskrining talasemia melalui tes hemoglobin, sementara SMA juga mendapat pemeriksaan kesehatan reproduksi.

Mekanisme Pelaksanaan

  • SD: 13 jenis pemeriksaan, termasuk gizi, gigi, mata, dan mental (tanpa pengambilan darah).
  • SMP: 15 jenis pemeriksaan, ditambah skrining talasemia.
  • SMA: 14 jenis pemeriksaan, termasuk kesehatan reproduksi.

Pelaksanaan melibatkan kolaborasi Puskesmas dan sekolah, dengan persiapan kuisioner 7 hari sebelumnya. Hasil pemeriksaan akan ditindaklanjuti secara individu (rujukan ke Puskesmas) atau kelompok (program edukasi untuk masalah seperti obesitas).

Program akan diluncurkan serentak di 12 lokasi, termasuk Jakarta, Bandung, dan Semarang. Menurut Hasan Hasbi (Kantor Komunikasi Presiden), ini adalah wujud “jemput bola” pemerintah dalam layanan kesehatan.

“Bukan masyarakat yang datang ke faskes, tapi pemerintah yang hadir ke sekolah,” tegasnya.

Dengan target 53 juta siswa, program ini menjadi langkah strategis untuk memetakan dan mengatasi masalah kesehatan anak Indonesia secara komprehensif.

Baca Lainnya

Pelajar Indonesia Raih Emas di Olimpiade Matematika Paris

6 Mei 2026 - 00:04 WIB

Disabilitas Daksa, Doktor UNAIR Raih IPK Sempurna 4,00

3 Mei 2026 - 00:36 WIB

Orasi Ilmiah, Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness

27 April 2026 - 01:16 WIB

Kucurkan Rp253,6 Miliar, Pemprov DKI Gratiskan 103 Sekolah Swasta

22 April 2026 - 00:26 WIB

Mutiara Faiza Siswi MAN Insan Cendekia Tembus 7 Kampus Dunia, Dapat Beasiswa 80 Persen ke Jepang

14 April 2026 - 00:01 WIB

Trending di Info Akademia