Menu

Mode Gelap
Gubernur DKI dan Ketum PMI Turun Langsung Bersih-bersih di Cipinang Melayu Mengenal Lebih Deket Chef William Wongso di Aryaduta Menteng Universitas Paramadina dan KAS Latih Kapasitas Kepemimpinan 30 Guru Perempuan Malang Harper Cikarang Sukses Gelar Wedding Open House Samsung Memberdayakan Generasi Muda untuk Ikut Menciptakan Pengajaran di Era Digital: Dari Akses ke Peran Aktif Wamen Ekraf Dorong Kolaborasi Musik Indonesia–Korea Selatan

Otomotif

Kendaraan Listrik Makin Diminati Masyarakat

badge-check


					Kendaraan Listrik Makin Diminati Masyarakat Perbesar

Matras News, Jakarta – Kendaraan ramah lingkungan, dalam hal ini kendaraan listrik, terus diminati masyarakat. Hal itu tercermin dari terus meningkatnya porsi pembiayaan kendaraan listrik yang diberikan oleh lembaga pembiayaan.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agusman mengungkapkan penyaluran pembiayaan kendaraan listrik per Maret 2025 meningkat 5,65% mtm menjadi sebesar Rp16,63 triliun (Februari 2025: 15,74 triliun), dengan porsi sebesar 3,08% dari total pembiayaan multifinance.

“Secara umum, potensi pembiayaan atas kendaraan bermotor listrik di Indonesia masih cukup terbuka lebar seiring dengan rencana pembukaan investasi dalam bentuk pabrik dari manufaktur kendaraan bermotor listrik di Indonesia,” kata Agusman di Jakarta pada, Senin 19 Mei 2025.

Dengan adanya pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik, lanjut Agusman, tentunya ini mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan serta sinergi kebijakan pemerintah dalam mendorong adopsi kendaraan listrik.

Agusman menuturkan, penurunan penjualan otomotif pada 2024 berdampak pada sektor pembiayaan, karena sektor ini masih dominan dalam portofolio multifinance.

“Namun, prospek industri tetap terbuka melalui diversifikasi ke sektor produktif seperti alat berat, energi terbarukan, dan kendaraan listrik,” ujar Agusman.

Oleh karena itu, lanjut Agusman, sejauh ini belum perlu dilakukan koreksi terhadap proyeksi pertumbuhan industri multifinance pada 2025, namun akan dilakukan review secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi perekonomian global dan domestik.

“Industri multifinance terus didorong untuk melakukan penguatan manajemen risiko, efisiensi, dan tata kelola, agar strategi diversifikasi berjalan secara prudent dan berkelanjutan. Dengan pendekatan adaptif dan kolaboratif, industri multifinance diyakini dapat menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan yang tetap positif,” pungkas Agusman.

Baca Lainnya

Jaecoo Ajak Publik Rancang SUV Listrik J5 EV di IIMS 2026

6 Februari 2026 - 00:23 WIB

Jaecoo Ajak Publik Rancang SUV Listrik J5 EV di IIMS 2026

Gebrakan Baru di IIMS 2026: Balap Gokart Listrik Outdoor Pertama di Asia Tenggara

4 Februari 2026 - 00:30 WIB

Gebrakan Baru di IIMS 2026 Balap Gokart Listrik Outdoor Pertama di Asia Tenggara

Honda Resmi Luncurkan RC213V 2026, Optimisme Kebangkitan Menjelang Era Baru

4 Februari 2026 - 00:23 WIB

Honda Resmi Luncurkan RC213V 2026 Optimisme Kebangkitan Menjelang Era Baru

Antasena ITS Sabet Dua Penghargaan di Shell Eco-marathon Qatar 2026, Lolos ke Kejuaraan Dunia 2027

3 Februari 2026 - 01:01 WIB

SEM00757rt 1

VinFast Gandeng Autobrains untuk Sistem Otonom Level 2++ dan “Robo-Car” yang Lebih Terjangkau

29 Januari 2026 - 00:37 WIB

VinFast Gandeng Autobrains untuk Sistem Otonom Level 2++ dan “Robo-Car” yang Lebih Terjangkau
Trending di Otomotif
error: Matras News