Advertisement Section
kominfo

Kominfo Dukung Kolaborasi Digitalisasi Tiga Aksara Nusantara Lestarikan Budaya

Matrasnews.com – Tiga aksara Nusantara Sunda, Jawa dan Bali mendapatkan Standar Nasional Indonesia (SNI). Standar itu diberikan untuk pembakuan papan tombol (keyboard), font dalam perangkat digital serta serta transliterasi dengan NSG.

Kementerian Komunikasi dan Informatika mendukung kolaborasi digitalisasi aksara nusantara sebagai upaya pelestarian budaya. Inisiatif Pengelola Nama Domain Internet Indonesia yang dimulai Januari Tahun 2021 itu juga mendapatkan dukungan dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, badan bahasa, universitas serta komunitas penggiat aksara.

“Digitalisasi telah menjadi jembatan untuk menyaksikan konvergensi budaya yang dibawa oleh masing-masing penggunanya dengan tingkat penggunaan ruang digital yang semakin tinggi. Setiap penggunaan ruang digital di Indonesia memiliki peranan dalam melestarikan budaya nusantara,” tutur Sekretaris Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Slamet Santoso dalam Selebrasi Digitalisasi Aksara Nusantara di Kuningan, Jakarta Selatan Selasa (14/12/2021).

Menurut Sesditjen Slamet Santoso, digitalisasi telah menjadi suatu bagian yang tidak terelakan di berbagai sektor dan berbagai aktivitas masyarakat.  “Selebrasi Aksara Nusantara hari ini merupakan suatu bentuk apresiasi terhadap upaya untuk mengurangi kesenjangan digital antara aksara latin dan aksara nusantara,” ujarnya.

Momentum selebrasi ditargetkan dapat memperluas penggunaan aksara nusantara di perangkat digital. “Sekaligus menjadi tonggak digitalisasi aksara nusantara dan sebagai salah satu bentuk pemajuan budaya nusantara secara umum di dunia digital,” tegas Sesditjen Aptika Kementerian Kominfo.

Tonggak Digitalisasi

Kepala Badan Standarisasi Nasional (BSN), Kukuh S. Achmad menyatakan digitalisasi dinilai sangat tepat dalam menghadapi perkembangan zaman.

“Kita terus berupaya menggunakan aksara daerah dengan perangkat yang ada. Digitalisasi aksara nusantara dipandang perlu dilakukan untuk tetap bisa melestarikan aksara nusantara, ” ungkapnya.

Ketua PANDI Yudho Giri Sucahyo, menuturkan bahasa dan aksara menunjukan karakter, identitas, dan budaya bangsa. Oleh karena itu, PANDI ingin memberi sinyal hadirnya negara dengan menggandeng para pegiat aksara.

“PANDI hanyalah berusaha memberikan kontribusi kecil melalui lokomotif terhadap digitalisasi aksara nusantara, lebih dari itu ada para pegiat aksara nusantara yang tak kenal lelah bekerja mengupayakan pelestarian dan penggunaan aksara nusantara,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut dari penetapan SNI Aksara Nusantara, selebrasi dapat menjadi tonggak digitalisasi aksara nusantara. Sekaligus menjadi momentum memperluas penggunaan Aksara Nusantara di perangkat digital.  

Selebrasi Digitalisasi Aksara Nusantara ditandai dengan uji coba langsung papan tombol Aksara. Hadir dalam acara itu, Ketua PANDI, Yudho Giri Sucahyo; Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Doddy Rahadi; Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Endang Aminudin; Asisten Deputi Literasi, Inovasi, dan Kreativitas Jazziray Hartoyo; dan Perwakilan Tokoh Digitalisasi aksara nusantara Richard Mengko.

Empat gubernur dan dua walikota juga memberikan sambutan video, antara lain Gubernur Bali Wayan Koster, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono, Walikota Bogor Bima Arya, serta Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar.

(her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *