Wali Kota Tri Adhianto mengungkapkan bahwa program ini merupakan inisiatif yang mulai ia bangun sejak menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) pada tahun 2022. Saat itu, targetnya sekitar 3.000 peserta.
“Alhamdulillah, dalam waktu kurang dari dua tahun, jumlahnya kini mencapai sekitar 3.436 anggota dan terus bertambah,” jelas Tri. “Ini menunjukkan bahwa para lansia membutuhkan ruang untuk terus belajar, berinteraksi, dan tetap aktif. Ini bukan sekadar soal aktivitas, tetapi tentang mengurangi rasa kesepian dan meningkatkan kualitas hidup di masa tua.”
Keberhasilan ini tidak serta merta. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Kota Bekasi mencatat angka harapan hidup sebesar 76,61 tahun, salah satu tertinggi di Jawa Barat . Capaian ini menjadi indikator bahwa program pemberdayaan seperti Sekolah Lansia memiliki dampak nyata.
“Ketika kami memulai, targetnya tiga ribu. Sekarang sudah melampaui. Ini membuktikan para lansia membutuhkan ruang untuk tetap berkegiatan dan merasakan kebahagiaan,” tambah Tri, menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat program-program yang ramah lansia. “Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi dari kualitas hidup masyarakatnya. Kami ingin para lansia di Kota Bekasi tetap sehat, aktif, produktif, dan menjadi inspirasi.”
Melalui Kriyaan Lansia 2026, Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmennya. Masa tua bukanlah akhir dari segalanya, melainkan babak baru untuk tetap berkarya, berdaya, dan bahagia.












Komentar ditutup.