MATRASNEWS, KOTA BATU — Tiga legenda komedi Indonesia dari kelompok Srimulat, yakni Nunung, Kadir, dan Kirun, menyambangi kawasan Jatim Park 1, Kota Batu, pada Rabu, 16 September 2026. Kehadiran mereka melengkapi momentum trial opening Mega Science Center dan Budaya, destinasi edukasi terbaru milik Jawa Timur Park Group yang memadukan sains, teknologi, sejarah, dan budaya dalam satu kawasan terintegrasi.
Mega Science Center dan Budaya menampilkan 617 alat peraga sains serta 1.023 artefak budaya. Total 1.640 koleksi tersebut membawa pengunjung menelusuri berbagai sisi pengetahuan dan perjalanan budaya Indonesia. Selain area Srimulat, perjalanan budaya mencakup area Majapahit, Candi Wilwatikta, Wayang Potehi, hingga Zona Islam.
Perpaduan Sains dan Budaya
Sisi sains dan teknologi dihadirkan melalui sejumlah zona tematik, mulai dari Fisika, Antariksa, Bencana Alam, hingga Robotik dan Artificial Intelligence (AI). Seluruh kawasan dirancang dengan pendekatan experience, sehingga pengunjung memperoleh pengetahuan melalui interaksi langsung dengan alat peraga, simulasi, artefak, maupun berbagai aktivitas yang tersedia.
Rio Imam Sendjojo, Direktur Jawa Timur Park Group, menyatakan bahwa kehadiran area Srimulat merupakan bagian dari upaya menghadirkan budaya Indonesia dalam bentuk yang dekat dengan masyarakat.
“Budaya bukan hanya tentang benda-benda bersejarah, tetapi juga tentang cerita, tokoh, karya, dan perjalanan yang pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Karena itu, kami ingin menghadirkan Srimulat di Mega Science Center dan Budaya sebagai salah satu bagian dari perjalanan budaya populer Indonesia yang bisa dikenalkan kembali kepada generasi sekarang,” ujar Rio Imam Sendjojo.
Pengalaman Edukasi Lewat Interaksi Langsung
Menurut Rio, kehadiran Nunung, Kadir, dan Kirun dalam momentum trial opening memberikan pengalaman berbeda karena pengunjung dapat bertemu langsung dengan sosok yang memiliki keterkaitan dengan sejarah Srimulat.
“Hari ini menjadi momen yang istimewa karena kami bisa mempertemukan ruang yang kami siapkan dengan para pelaku yang memiliki cerita di baliknya. Kehadiran Mbak Nunung, Mas Kadir, dan Mas Kirun membuat cerita tentang Srimulat menjadi lebih hidup. Ini sejalan dengan konsep kami, bahwa edukasi bisa hadir melalui pengalaman dan interaksi langsung,” lanjutnya.
Area Srimulat menjadi salah satu ruang yang mempertemukan unsur sejarah, seni pertunjukan, dan hiburan.
Ikuti berita terkini di Google News











Komentar ditutup.