Matras News, Bekasi – Banyak cara bisa dilakukan mencegah aksi perundungan terjadi di kalangan siswa. Seperti yang dilakukan SDN Bekasi Jaya 5 Kota Bekasi, melalui aksi boneka tangan, para siswa diajak untuk menghindari aksi perundungan di sekolah.
Kepala SDN Bekasi Jaya 5 Kota Bekasi, Anwar Sanusi membenarkan kegiatan sosialisasi anti perundungan di lingkungan sekolah dengan menggandeng salah satu ustadzah dan boneka menjadi salah satu bahan untuk mengajak siswa agar lebih memahami efek negatif dari aksi tersebut.
“Kami melibatkan ustadzah dan boneka menjadi sarana berkomunikasi yang efektif dalam menyampaikan bahaya bullying di sekolah,” terang Anwar kepada matrasnews.com, Sabtu 21/9/2024.
Lanjut Anwar menjelaskan, hal tersebut disampaikan secara langsung dihadapan seluruh siswa SDN Bekasi Jaya 5 Kota Bekasi yang dibarengi dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di sekolah.
“Kegiatannya kami barengi dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,” katanya.
Anwar mengungkapkan perlunya pemahaman akan bahaya bullying sedini mungkin, khususnya bagi para siswa di tingkat Sekolah Dasar (SD), agar mereka memiliki benteng sejak awal.
“Kami sadar betul, mereka sangat rentan akan adanya aksi perundungan tersebut. Dan penyampaian bahaya perundungan yang dibalut dengan pertunjukan boneka tangan sangat menarik perhatian siswa dan mudah-mudahan cepat diserap oleh siswa kami,” ungkapnya penuh semangat.
Dalam kegiatan tersebut, juga diisi dengan santunan yatim, piatu serta dhuafa.











