Menu

Mode Gelap
Ketua DPRD Kota Bekasi Minta HILLSI Perkuat Pelatihan Link and Match Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Lingkungan Nyaman Kadin Kota Bekasi Resmi Gelar Mukota VI 5 Fakta Krisis Air Bersih di Timor Tengah Selatan Pendapatan Samsat Bekasi Sentuh Rp7,18 Miliar, Didominasi PKB dan BBNKB Perkuat Sinergi, Ditjen Hubla dan Pelindo Teken Dua Perjanjian Konsesi

Info Akademia

Manfaatkan Kulit Buah, Siswa SDS Ananda Bekasi Hasilkan Eco Enzim

badge-check


					Foto : Ratusan siswa SDS Ananda Bekasi berhasil menghasilkan eco enzim dalam bentuk cairan sebagai bahan dasar membuat obat kumur, penyubur tanaman, detergen hingga sabun mandi Perbesar

Foto : Ratusan siswa SDS Ananda Bekasi berhasil menghasilkan eco enzim dalam bentuk cairan sebagai bahan dasar membuat obat kumur, penyubur tanaman, detergen hingga sabun mandi

Matras News, Bekasi – Manfaatkan kulit buah, ratusan siswa SDS Ananda Bekasi berhasil menghasilkan eco enzim dalam bentuk cairan sebagai bahan dasar membuat obat kumur, penyubur tanaman, detergen hingga sabun mandi.

Kepala SDS Ananda Bekasi, Bayu Artadri menuturkan, eco enzim yang dihasilkan siswa sebenarnya salah satu sarana edukasi agar siswa mampu memanfaatkan bahan yang sudah tidak terpakai yang berada disekitar lingkungan tempat tinggalnya untuk dimanfaatkan dan diolah menjadi sebuah produk yang memiliki nilai manfaat.

“Eco enzim yang dihasilkan oleh siswa merupakan salah satu edukasi bagi mereka dalam hal pemanfaatan bahan-bahan yang yang sudah tidak terpakai untuk dijadikan sebuah produk yang memiliki nilai manfaat,” terang Bayu, Selasa 27/5/2025.

Dengan didampingi oleh guru pembimbing dalam proses pembuatannya, eco enzim yang dihasilkan oleh siswa kelas 6 SDS Ananda Bekasi, membutuhkan waktu panen selama 3 bulan lamanya.

“Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, dibutuhkan waktu selama 3 bulan,” tambahnya singkat.

Dijelaskan Bayu, eco enzim yang sudah berjalan sejak beberapa waktu lalu di lingkungan SDS Ananda Bekasi, menjadi salah satu kampanye sekolah agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

“Eco enzim ini menjadi salah satu sarana sekolah untuk mengkampanyekan kepedulian terhadap lingkungan dengan mengolah bahan-bahan yang ramah lingkungan melalui pemanfaatan bahan yang ada disekitar kita,” tegasnya.

Terpisah, salah seorang guru pendamping, Putri Nazara mengatakan, eco enzim yang dihasilkan oleh para siswa tersebut nantinya akan dipamerkan dalam kegiatan P5 yang kemudian hasilnya akan dijual kepada orang tua siswa melalui kegiatan bazaar sekolah.

“Karya siswa berupa eco enzimnya akan dipamerkan pada kegiatan P5 dan bazaar sekolah,” tuturnya.

Putri juga mengatakan, untuk proses fermentasinya sendiri membutuhkan waktu selama 30 hari dan saat ini sebanyak 28 botol eco enzim sudah dihasilkan oleh siswa SDS Ananda Bekasi.

“Saat ini sudah ada 28 botol eco enzim yang dihasilkan dan semuanya berasal dari fermentasi kulit buah,” tukasnya

Baca Lainnya

Pelajar Indonesia Raih Emas di Olimpiade Matematika Paris

6 Mei 2026 - 00:04 WIB

Disabilitas Daksa, Doktor UNAIR Raih IPK Sempurna 4,00

3 Mei 2026 - 00:36 WIB

Orasi Ilmiah, Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness

27 April 2026 - 01:16 WIB

Kucurkan Rp253,6 Miliar, Pemprov DKI Gratiskan 103 Sekolah Swasta

22 April 2026 - 00:26 WIB

Mutiara Faiza Siswi MAN Insan Cendekia Tembus 7 Kampus Dunia, Dapat Beasiswa 80 Persen ke Jepang

14 April 2026 - 00:01 WIB

Trending di Info Akademia