Menu

Mode Gelap
Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi Borong Aspirasi Warga Kaliabang Tengah DPRD Kota Bekasi, Kamil Syaikhu Dorong Percepatan Perda Sampah dan Pelatihan Disabilitas DPRD Kota Bekasi Arif Rahman Hakim Soroti Banjir dan Nasib Juru Parkir DPRD Kota Bekasi, Evi Mafriningsianti Dorong Aspirasi Masyarakat Sejalan dengan Fokus Belanja Pemerintah Rano Karno: Jakarta dan Cianjur Tak Boleh Jalan Sendiri Restoran A.RA.SA di Ascott Menteng Jakarta Hadirkan Santapan Ramadan Eksklusif

Sport

Mengapa Banyak Pemain Belanda Keturunan Maluku?

badge-check


					Foto: Giovanni van Bronckhorst bintang lapangan hijau yang membela Timnas Belanda Perbesar

Foto: Giovanni van Bronckhorst bintang lapangan hijau yang membela Timnas Belanda

Matras News – Jika Anda penggemar sepak bola Eropa, mungkin pernah mendengar nama-nama seperti Giovanni van Bronckhorst, Denzel Dumfries, atau Marco van Ginkel. Mereka adalah bintang lapangan hijau yang membela Timnas Belanda, namun punya satu kesamaan darah keturunan Maluku mengalir dalam diri mereka.

Lantas, mengapa begitu banyak pemain sepak bola Belanda yang merupakan keturunan Maluku? Jawabannya terletak pada sejarah diaspora yang panjang, identitas komunitas yang kuat, dan warisan olahraga yang diwariskan turun-temurun.

Pasca kemerdekaan Indonesia, ribuan tentara dan keluarga KNIL (Koninklijk Nederlands-Indisch Leger/Tentara Kerajaan Hindia Belanda) asal Maluku dipindahkan ke Belanda pada 1951. Mereka dijanjikan akan dikembalikan ke Republik Maluku Selatan (RMS) yang diimpikan, namun kenyataannya, mereka menetap di Belanda dan membentuk komunitas tersendiri.

Keluarga Maluku di Belanda sangat erat dan memegang budaya mereka dengan kuat, termasuk semangat juang yang tinggi.

Sepak Bola sebagai Jalan Integrasi

Di Belanda, sepak bola menjadi salah satu cara bagi generasi muda Maluku untuk berintegrasi. Klub-klub amatir seperti VV Maluku dan Quick ’28 (yang banyak diisi keturunan Maluku) menjadi wadah awal bagi bakat-bakat muda.

Sepak bola adalah bahasa universal, itu cara menunjukkan bahwa kami bisa sukses di Belanda meski punya latar belakang berbeda.

Warisan Genetik dan Mental Juang

Banyak pengamat sepak bola menyebut bahwa fisik atletis dan mental pantang menyerah pemain Maluku-Belanda merupakan warisan dari budaya keprajuritan KNIL.

Lihat Denzel Dumfries, fisiknya kuat, cepat, dan punya mental tempur. Itu ciri khas Maluku.

Generasi Baru yang Terus Bermunculan

Kini, semakin banyak pemain muda keturunan Maluku yang bersinar di Eropa, seperti Elayis Tavsan (NEC Nijmegen) dan Ivenzo Comvalius (pemain muda AZ Alkmaar). Mereka membuktikan bahwa warisan sepak bola Maluku-Belanda masih terus berlanjut.

Baca Lainnya

Fluffy Gym Kelapa Gading: Private Gym untuk Hasil yang Benar Berbeda

4 Februari 2026 - 00:01 WIB

Fluffy Gym Kelapa Gading Private Gym untuk Hasil yang Benar Berbeda

Hitung Mundur Bekasi Jadi Tuan Rumah Utama Porprov Jawa Barat XV 2026 

2 Februari 2026 - 00:32 WIB

IMG 20260201 WA0005 copy 1035x690

Atlet Angkat Besi Nasional Nurul Akmal Kecewa dengan Status PPPK Paruh Waktu Pemerintah Aceh

2 Februari 2026 - 00:13 WIB

Screenshot 20260202 001108 copy 1022x793 1

Kontingen ASEAN Para Games 2025 Raih Peringkat Kedua, Lampaui Target

29 Januari 2026 - 01:07 WIB

Kontingen ASEAN Para Games 2025 Raih Peringkat Kedua, Lampaui Target

PBSI Kembalikan Hak Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Junior 2026

28 Januari 2026 - 02:53 WIB

PBSI Kembalikan Hak Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Junior 2026
Trending di Sport
error: Matras News