Mantan Menteri Hukum dan HAM itu meminta aparat penegak hukum, khususnya Polri, mengusut tuntas kasus tersebut hingga ke aktor intelektual. Menurutnya, pola serangan yang terjadi mengindikasikan adanya perencanaan terorganisir.
“Saya minta aparat penegak hukum memastikan pengusutan tuntas sampai ke aktor intelektual. Pola serangan yang dilakukan tampaknya terencana, sehingga pengungkapan tidak boleh berhenti di tingkat eksekutor,” kata Yusril.
Ia mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Kapolda Metro Jaya dan Bareskrim Polri terkait penanganan kasus. Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman sehingga belum dapat mengungkapkan hasilnya ke publik.
Yusril juga mengimbau masyarakat bersabar menunggu hasil penyelidikan kepolisian. Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto berkomitmen tinggi dalam menjunjung hukum, demokrasi, dan HAM, serta tidak akan memberi toleransi terhadap tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun.
“Presiden juga mengundang mereka yang sering berbeda pendapat untuk berdialog terbuka di Istana. Pemerintah tidak akan bertoleransi terhadap kekerasan kepada aktivis atau siapa pun,” pungkasnya.
Peristiwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi di kawasan Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. KontraS mendesak aparat mengusut tuntas kasus yang mereka nilai sebagai upaya kriminalisasi terhadap aktivis HAM.
Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.











