Ia juga mengingatkan bahwa lulusan masa depan wajib memiliki pola pikir inovatif dan adaptif guna menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat.
Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah III Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A. dalam sambutannya menegaskan bahwa Universitas Paramadina memiliki mandat sebagai “Kampus Peradaban” yang tidak hanya menghasilkan tenaga kerja, tetapi lulusan berdaya dampak dan berintegritas.
“To educate a person in the mind but not in morals is to educate a menace to society,” ujar Henri mengutip Theodore Roosevelt.
Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini menyatakan bahwa wisuda ini menjadi momentum melahirkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan zaman sekaligus memimpin perubahan dengan integritas dan inovasi.
Ketua Yayasan Wakaf Paramadina, Wijayanto Samirin, menambahkan bahwa pendidikan adalah investasi peradaban. “Bangsa ini membutuhkan lulusan yang bukan hanya siap bekerja, tetapi siap memimpin dan memberi makna,” ujarnya.
Adapun Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Harry T.Y. Achsan melaporkan bahwa universitas meluluskan 520 orang pada periode ini, terdiri atas 211 lulusan sarjana dan 309 lulusan magister. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibanding rata-rata wisuda sebelumnya.
Wisuda ke-44 Paramadina ini menegaskan sinergi pendidikan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam menyiapkan generasi unggul sebagai pilar peradaban baru Indonesia.
Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.











