Menu

Mode Gelap
Kebaya Noni Melenggang di Hari Kebaya Nasional Darya-Varia Buka Jalan bagi Peneliti Perempuan di Usia Emas 50 Tahun Anak Muda Berteriak, Aktivis 98 dan Mahasiswa Kaji Ulang Kondisi Bangsa Politik adalah Ibadah Pengabdian, Bukan Mesin Kekayaan Menko Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli dan Cegah Main Hakim Sendiri Zona Buang Ditutup, TPST Bantargebang Bertahap Tinggalkan Open Dumping

Info Akademia

Pariwisata ASEAN Diharapkan Bisa Saling Terkoneksi

badge-check

Pariwisata ASEAN Diharapkan Bisa Saling Terkoneksi Perbesar

Matras News, Jakarta – Keketuaan Indonesia pada Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) bisa membuat sektor pariwisata di kawasan itu saling terkoneksi, menurut seorang akademisi dari Universitas Pancasila (UP).

“Indonesia bisa mempengaruhi dengan produk-produk pariwisata yang mengangkat kesamaan dari ASEAN, karena secara gastronomi makanannya mirip-mirip,” kata Dekan Fakultas Pariwisata UP, Devi Roza Kausar Ph.D, di Jakarta, Minggu (30/4/2023).

Dia mencontohkan bahwa di Indonesia ada yang Namanya minuman cendol seperti di Malaysia dan Thailand. Kesamaan itu bisa ditampilkan sebagai produk pariwisata yang kolektif.

Selain itu, kata dia, ada juga peninggalan bersejarah (heritage) berupa candi seperti Borobudur di Indonesia, Angkor Wat di Kamboja, Ayutthaya di Thailand.

“Mereka punya sejarah yang terkoneksi,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa kesamaan itu bisa dijadikan sebagai objek wisata unggulan ASEAN.

Tur wisata ke beberapa negara ASEAN yang mempunyai sejarah saling berhubungan, misalnya, bisa dijadikan unggulan, kata dia.

Devi pun mengakui jika selama dua tahun terakhir sektor pariwisata di negara-negara ASEAN secara bersamaan mulai bangkit dari pandemi.

Untuk itu, Universitas Pancasila sebagai anggota ASEAN Tourism Research Association (ATRA) juga mengangkat sejumlah isu, seperti perubahan iklim, peran perempuan dalam pariwisata dan lainnya.

Dia mengatakan untuk meningkatkan pengetahuan pariwisata digelar diskusi-diskusi dalam forum ASEAN-China, ASEAN-India, dan ASEAN-Australia dengan mengundang pembicara dari China, India, dan Australia.

Karena ASEAN merupakan satu kesatuan dengan wilayah lain di dunia sehingga memerlukan kerja sama, katanya

“Manfaatnya bukan hanya (untuk) pendidikan tinggi saja, tetapi juga untuk masyarakat,” kata Devi.

Dia menjelaskan Fakultas Pariwisata UP telah menggelar ATRA Tourism Forum ke-12 yang diselenggarakan selama dua hari pada 16-17 Maret 2023.

“Pertemuan ini bisa meningkatkan kolaborasi ASEAN (untuk) saling belajar satu sama lain, yang diharapkan bisa menjadi input (masukan) untuk kebijakan-kebijakan,” katanya.

Dalam forum tersebut, Presiden ATRA Prof Dr Neethiahnanthan Ari Ragavan dari Taylor’s University Malaysia mengemukakan bahwa forum itu digelar untuk mendiskusikan peran pariwisata untuk meningkatkan konektivitas antarmasyarakat, antarinstitusi–khususnya perguruan tinggi–dan antarnegara melalui pariwisata.

Para menteri pariwisata ASEAN juga telah menyepakati ASEAN Tourism Strategic Plan 2016-2025 untuk mewujudkan konektivitas melalui pariwisata.

Konektivitas antarnegara ASEAN dan masyarakatnya diyakini menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing, inklusivitas, dan ikatan komunitas. (*)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Masa Depan Ekonomi Halal Indonesia: Antara Potensi dan Tantangan Tata Kelola

24 Juli 2026 - 02:28 WIB

Wagub Rano Karno Dorong Ruang Publik Inklusif di Tengah Tantangan Reformasi

22 Juli 2026 - 00:04 WIB

Seminar Universitas Paramadina dan Komisi X DPR RI Bahas Transformasi Pendidikan di Era AI

21 Juli 2026 - 00:05 WIB

Kampus Merah Putih: Mengukur Dampak Diskursus, Bukan Sekadar Ranking

20 Juli 2026 - 00:04 WIB

Gubernur DKI Jakarta Resmikan Gedung SMA Labschool Ciracas

20 Juli 2026 - 00:02 WIB

Trending di Info Akademia