Menu

Mode Gelap
Menhub Pastikan Infrastruktur Transportasi Siap Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026 KAI Commuter Siapkan 1.149 Perjalanan Harian untuk Angkutan Lebaran 2026 Cahaya Islam di India, Jejak Peradaban Islam di Negeri Bollywood Polsek Bekasi Selatan Salurkan Hobi Lari Remaja myBCA International Java Jazz Festival 2026 Siap Digelar, Ini Lokasinya PGE Catat All-Time High Produksi, Bukti Konsisten Memperluas Pemanfaatan Energi Panas Bumi di Indonesia

Info Akademia

Pariwisata ASEAN Diharapkan Bisa Saling Terkoneksi

badge-check


					Pariwisata ASEAN Diharapkan Bisa Saling Terkoneksi Perbesar

Matras News, Jakarta – Keketuaan Indonesia pada Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) bisa membuat sektor pariwisata di kawasan itu saling terkoneksi, menurut seorang akademisi dari Universitas Pancasila (UP).

“Indonesia bisa mempengaruhi dengan produk-produk pariwisata yang mengangkat kesamaan dari ASEAN, karena secara gastronomi makanannya mirip-mirip,” kata Dekan Fakultas Pariwisata UP, Devi Roza Kausar Ph.D, di Jakarta, Minggu (30/4/2023).

Dia mencontohkan bahwa di Indonesia ada yang Namanya minuman cendol seperti di Malaysia dan Thailand. Kesamaan itu bisa ditampilkan sebagai produk pariwisata yang kolektif.

Selain itu, kata dia, ada juga peninggalan bersejarah (heritage) berupa candi seperti Borobudur di Indonesia, Angkor Wat di Kamboja, Ayutthaya di Thailand.

“Mereka punya sejarah yang terkoneksi,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa kesamaan itu bisa dijadikan sebagai objek wisata unggulan ASEAN.

Tur wisata ke beberapa negara ASEAN yang mempunyai sejarah saling berhubungan, misalnya, bisa dijadikan unggulan, kata dia.

Devi pun mengakui jika selama dua tahun terakhir sektor pariwisata di negara-negara ASEAN secara bersamaan mulai bangkit dari pandemi.

Untuk itu, Universitas Pancasila sebagai anggota ASEAN Tourism Research Association (ATRA) juga mengangkat sejumlah isu, seperti perubahan iklim, peran perempuan dalam pariwisata dan lainnya.

Dia mengatakan untuk meningkatkan pengetahuan pariwisata digelar diskusi-diskusi dalam forum ASEAN-China, ASEAN-India, dan ASEAN-Australia dengan mengundang pembicara dari China, India, dan Australia.

Karena ASEAN merupakan satu kesatuan dengan wilayah lain di dunia sehingga memerlukan kerja sama, katanya

“Manfaatnya bukan hanya (untuk) pendidikan tinggi saja, tetapi juga untuk masyarakat,” kata Devi.

Dia menjelaskan Fakultas Pariwisata UP telah menggelar ATRA Tourism Forum ke-12 yang diselenggarakan selama dua hari pada 16-17 Maret 2023.

“Pertemuan ini bisa meningkatkan kolaborasi ASEAN (untuk) saling belajar satu sama lain, yang diharapkan bisa menjadi input (masukan) untuk kebijakan-kebijakan,” katanya.

Dalam forum tersebut, Presiden ATRA Prof Dr Neethiahnanthan Ari Ragavan dari Taylor’s University Malaysia mengemukakan bahwa forum itu digelar untuk mendiskusikan peran pariwisata untuk meningkatkan konektivitas antarmasyarakat, antarinstitusi–khususnya perguruan tinggi–dan antarnegara melalui pariwisata.

Para menteri pariwisata ASEAN juga telah menyepakati ASEAN Tourism Strategic Plan 2016-2025 untuk mewujudkan konektivitas melalui pariwisata.

Konektivitas antarnegara ASEAN dan masyarakatnya diyakini menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing, inklusivitas, dan ikatan komunitas. (*)

Baca Lainnya

Cahaya Islam di India, Jejak Peradaban Islam di Negeri Bollywood

12 Maret 2026 - 03:52 WIB

Pemprov DKI Gelontorkan Rp1,62 Triliun untuk KJP Plus Tahap I 2026

10 Maret 2026 - 02:07 WIB

Pemprov DKI Gelontorkan Rp1,62 Triliun untuk KJP Plus Tahap I 2026

Sulis “Cinta Rasul” Meriahkan Paramadina Festival Ramadhan 2026 di Meikarta

9 Maret 2026 - 00:28 WIB

Sulis Cinta Rasul Meriahkan Paramadina Festival Ramadhan 2026 di Meikarta

Alumni LPDP Ini Pilih Bangun Bisnis Lokal dan Serap Ratusan Tenaga Kerja

5 Maret 2026 - 01:35 WIB

Dua Pelajar Bekasi Raih Medali di Ajang Internasional

2 Maret 2026 - 14:14 WIB

Trending di Info Akademia