Advertisement Section
Header AD Image

Pelatihan UMKM Batik Banyuwangi, Tingkatkan Pelaku Ekraf Berinovasi

Matras News – Kerajinan batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah usai perang dunia kesatu atau sekitar tahun 1920. Kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu.

Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno mendorong pelaku ekonomi kreatif di Banyuwangi memanfaatkan momentum dan peluang kebangkitan sektor pariwisata dengan meningkatkan potensi diri dan kualitas produk seiring meningkatnya kembali kunjungan wisatawan ke salah satu kabupaten di Jawa Timur ini. 

Menparekraf Sandiaga Uno menghadiri acara pelatihan pelaku UMKM ekonomi kreatif Banyuwangi yang berlangsung di Pondok Pesantren Roudlotul Muta’allimin, Cluring, Senin (6/6/2002). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Menparekraf Sandiaga Uno ke Banyuwangi, Jawa Timur. 

“Hari ini kita berkunjung dan bersilaturahim dalam kegiatan pelatihan yang diharapkan dapat mendukung program pemberdayaan masyarakat, khususnya kelompok UMKM binaan Pondok Pesantren Roudlotul Muta’allimin,” kata Menparekraf Sandiaga Uno. 

Menparekraf mengatakan, ekonomi kreatif di Banyuwangi sudah sangat dikenal akan potensinya yang tinggi. Seperti produk batik Banyuwangi yang dihasilkan para pelaku UMKM ekonomi kreatif di kawasan Cluring. Kawasan ini memang dikenal sebagai salah satu sentra batik Banyuwangi. 

“Kami melihat banyak sekali ibu-ibu yang memiliki keunggulan dalam membatik dan ini kita persiapkan karena (pariwisata) Banyuwangi akan segera bangkit,” kata Sandiaga. 

Terlebih saat ini sektor pariwisata khususnya di Banyuwangi mulai bangkit seiring dengan membaiknya kondisi pandemi COVID-19. Karenanya kegiatan pelatihan ini dihadirkan guna mendukung peningkatan kapasitas para pelaku ekonomi kreatif dalam berinovasi, adaptasi, dan kolaborasi.  

“Kunjungan wisatawan akan semakin banyak, karenanya produk karya ekonomi kreatif harus terus dibangun agar memiliki daya saing dan menjadi oleh-oleh andalan. Dan saya harapkan UMKM bisa mengambil inspirasi dari program-program unggulan kita seperti desa wisata, ekowisata, juga pariwisata berbasis olahraga,” kata Menparekraf Sandiaga. 

“Kita akan terus melakukan pendampingan, setelah pelatihan ini juga kita akan bantu pemasaran. Ke depannya secara holistik 360 derajat kita bantu pembiayaannya agar kekayaan ekonomi kreatif ini berkelanjutan,” kata Sandiaga. 

(her)