Menu

Mode Gelap
5 Fakta Krisis Air Bersih di Timor Tengah Selatan Pendapatan Samsat Bekasi Sentuh Rp7,18 Miliar, Didominasi PKB dan BBNKB Perkuat Sinergi, Ditjen Hubla dan Pelindo Teken Dua Perjanjian Konsesi Bersih-Bersih Reklame Ilegal: Kasat Pol PP Nesan Sujana Tabuh Genderang Penertiban Libur Panjang, Archipelago Hotels Siapkan Promo “Time Out, Relax” Diskon 40% Optimalkan Pajak dan Soroti K3, Camat Jatiasih Pimpin Rapat Minggon

Info Akademia

Pemerintah Tegaskan Komitmen Wajib Belajar 13 Tahun, Fokus pada Pendidikan Prasekolah

badge-check


					Pemerintah Tegaskan Komitmen Wajib Belajar 13 Tahun, Fokus pada Pendidikan Prasekolah Perbesar

MatrasNews, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menegaskan komitmennya untuk mewujudkan program Wajib Belajar 13 tahun.

Kebijakan strategis ini mencakup pendidikan dasar hingga menengah, ditambah dengan satu tahun pendidikan prasekolah (PAUD) secara wajib.

Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kemendikbudristek, Nia Nurhasanah, menyatakan bahwa program ini merupakan upaya kolektif untuk memastikan pendidikan bermutu bagi seluruh anak Indonesia, selaras dengan amanat UUD 1945 dan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.

“Wajib belajar 13 tahun adalah upaya kolektif untuk mewujudkan visi pendidikan bermutu untuk semua. Satu tahun prasekolah menjadi pondasi penting agar anak siap secara kognitif, sosial, dan emosional sebelum memasuki jenjang SD,” ujar Nia dalam forum dialog dengan media di Jakarta, Jumat (19/9/2025).

Nia menambahkan, implementasi kebijakan ini akan dilakukan secara bertahap dengan fokus pada tiga pilar utama: akses, mutu, dan tata kelola. Strateginya meliputi pembangunan sekolah baru, penambahan ruang kelas, peningkatan kompetensi guru, pengayaan kurikulum, serta sinkronisasi regulasi.

Keberhasilan program ini ditekankan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, organisasi profesi, dunia usaha, dan komunitas seperti Bunda PAUD.

Program Wajib Belajar 13 tahun dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Studi membuktikan, anak yang mengikuti PAUD memiliki tingkat literasi, numerasi, dan motivasi belajar yang lebih tinggi.

 

Baca Lainnya

Pelajar Indonesia Raih Emas di Olimpiade Matematika Paris

6 Mei 2026 - 00:04 WIB

Disabilitas Daksa, Doktor UNAIR Raih IPK Sempurna 4,00

3 Mei 2026 - 00:36 WIB

Orasi Ilmiah, Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness

27 April 2026 - 01:16 WIB

Kucurkan Rp253,6 Miliar, Pemprov DKI Gratiskan 103 Sekolah Swasta

22 April 2026 - 00:26 WIB

Mutiara Faiza Siswi MAN Insan Cendekia Tembus 7 Kampus Dunia, Dapat Beasiswa 80 Persen ke Jepang

14 April 2026 - 00:01 WIB

Trending di Info Akademia