Menu

Mode Gelap
Membangun Bantalan Hidup Keluarga di Tengah Ketidakpastian Ekonomi BBQ Night & Piano Lounge di Golden Boutique: Nostalgia Nini Carlina hingga Tommy J. Pisa Aston Kartika Grogol Luncurkan Paket Long Weekend Deal Kasatpol PP Kota Bekasi Klarifikasi Polemik Penugasan Satlinmas Komisi IV DPRD Bekasi Soroti SPMB 2026, Pertegas Kesiapan Website Hotel GranDhika Iskandarsyah Siapkan Liburan Long Weekend Mei 2026

Otomotif

Peran Lembaga Pendanaan Jadi Kunci Sukses Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia

badge-check


					Peran Lembaga Pendanaan Jadi Kunci Sukses Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia Perbesar

Matras News – Kolaborasi semua sektor khususnya lembaga pendanaan maupun perbankan nasional mampu mengakselerasi ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Pengamat Energi dan Kendaraan Listrik Eko Adji Buwono menilai, lembaga pendanaan dan perbankan memiliki peran yang signifikan dalam pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia.

Eko menjelaskan skema pendanaan kendaraan mayoritas masih berupa kredit ringan dari perbankan. Hal tersebut tercermin dari hampir 100% pemilik kendaraan konvensional saat ini untuk mengakses motor maupun mobil memakai kredit perbankan.

“Hal ini membuat lembaga pembiayaan punya pendekatan yang berbeda beda. Saat ini pembiayaan khususnya untuk kendaraan listrik pun mengikuti perkembangan jumlah kendaraan listrik di pasar,” kata Eko.

Eko juga menilai, saat ini sudah banyak perbankan yang memberikan paket pembiayaan untuk kendaraan listrik baik motor maupun mobil. “Juga berbagai potongan bunga dan potongan provisi,” tambah Eko.

Hal ini juga didukung oleh kebijakan pemerintah yang memberikan insentif dan kemudahan bagi masyarakat mengakses kendaraan listrik.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan pembiayaan kendaraan listrik terus mengalami pertumbuhan. Per April 2024, penyaluran pembiayaan kendaraan listrik oleh perusahaan multifinance tercatat senilai Rp 4,39 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan, total pembiayaan electric vehicle (EV) ini baru sekitar 1 persen dari total penyaluran pembiayaan.

“Penyaluran pembiayaan pada EV tercatat sebesar Rp 4,39 triliun atau sebesar 1 persen dari total penyaluran pembiayaan,” kata dia dalam keterangan resmi.

Secara keseluruhan, industri multifinance mencatat total pembiayaan senilai Rp 486,35 triliun sampai April 2024. Jumlah tersebut tumbuh 10,82 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tentang ENTREV

ENTREV (Enhancing Readiness for The Transition to Electric Vehicles in Indonesia), adalah proyek kolaborasi antara UNDP (United Nations Development Programme) dengan Kementerian ESDM.

Direktorat Jenderal GATRIK untuk membangun dan menguatkan ekosistem Electric Vehicle (KBLBB – Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai) di Indonesia.

Baca Lainnya

PT Bridgestone Tire Indonesia Raih PROPER Emas 2025

14 April 2026 - 00:05 WIB

Royal Enfield Resmi Luncurkan Motor Listrik Perdana Flying Flea C6, Harga Mulai Rp36 Juta

14 April 2026 - 00:03 WIB

Harley Davidson Guncang MotoGP Thailand 2026

6 Maret 2026 - 02:26 WIB

Harley Davidson Guncang MotoGP Thailand 2026

Siaga Lebaran 2026, Mitsubishi Fuso Jamin Operasional Armada dengan Bengkel 24 Jam

3 Maret 2026 - 00:40 WIB

Adira Expo Berkah Ramadan Hadir di Palembang

26 Februari 2026 - 02:24 WIB

Trending di Otomotif