Menu

Mode Gelap
5 Fakta Krisis Air Bersih di Timor Tengah Selatan Pendapatan Samsat Bekasi Sentuh Rp7,18 Miliar, Didominasi PKB dan BBNKB Perkuat Sinergi, Ditjen Hubla dan Pelindo Teken Dua Perjanjian Konsesi Bersih-Bersih Reklame Ilegal: Kasat Pol PP Nesan Sujana Tabuh Genderang Penertiban Libur Panjang, Archipelago Hotels Siapkan Promo “Time Out, Relax” Diskon 40% Optimalkan Pajak dan Soroti K3, Camat Jatiasih Pimpin Rapat Minggon

Info Akademia

PPG Cetak Guru Adaptif dan Responsif, Perkuat Kualitas Kelas

badge-check


					PPG Cetak Guru Adaptif dan Responsif, Perkuat Kualitas Kelas Perbesar

MATRASNEWS, JAKARTA – Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang menjadi prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menunjukkan dampak nyata dalam peningkatan kualitas tenaga pendidik. Melalui pembekalan pedagogi, praktik lapangan berdurasi satu tahun, dan pemantapan profesionalisme, PPG berhasil melahirkan guru-guru yang lebih adaptif, reflektif, dan responsif terhadap kebutuhan siswa.

Direktur PPG, Ferry Maulana Putra, menegaskan tuntutan kompetensi guru yang semakin tinggi. “Menjadi guru adalah peluang karier yang mulia dan berdampak besar. Guru harus terus terampil, mengikuti perkembangan zaman, sekaligus mendapatkan peningkatan kesejahteraan melalui tunjangan lulusan PPG,” ujarnya pada Minggu (23/11/2025).

Transformasi nyata terlihat di SMA Negeri 1 Samarinda. Alexander Rendi Hm, guru sejarah, merasakan peningkatan signifikan dalam kemampuannya melakukan asesmen awal dan merancang strategi belajar yang sesuai profil murid. “PPG membuka wawasan saya. Asesmen awal menjadi kunci untuk menyusun metode yang tepat, yang kemudian dievaluasi untuk perbaikan berkelanjutan,” jelas Alexander.

Pendekatan ini memberikan ruang bagi guru untuk tidak hanya mengajar, tetapi juga menganalisis perkembangan murid secara sistematis.

Cerita serupa disampaikan Aulia Nurul Efendi, guru kimia lulusan PPG. Ia mengintegrasikan kecerdasan artifisial (AI) dan media digital dalam pembelajarannya. “Saya merancang metode belajar berbasis AI, misalnya dengan membagi siswa dalam kelompok untuk menemukan rumus kimia melalui kartu konsep. Semua dikembangkan dari materi PPG,” tutur Aulia.

Menurutnya, keterampilan mengelola dinamika kelas dan konseling sosial emosional yang diperoleh dari PPG juga turut menciptakan pengalaman belajar yang inklusif dan aman.

Kisah kedua guru ini membuktikan bahwa PPG tidak hanya meningkatkan kompetensi individual, tetapi juga memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah mulai dari asesmen, strategi mengajar adaptif, hingga pemanfaatan teknologi.

Kemendikdasmen berkomitmen untuk terus memperluas dampak program ini agar pembelajaran di seluruh Indonesia semakin relevan, modern, dan berpusat pada murid.

Cek Berita lain di Google News

Baca Lainnya

Pelajar Indonesia Raih Emas di Olimpiade Matematika Paris

6 Mei 2026 - 00:04 WIB

Disabilitas Daksa, Doktor UNAIR Raih IPK Sempurna 4,00

3 Mei 2026 - 00:36 WIB

Orasi Ilmiah, Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness

27 April 2026 - 01:16 WIB

Kucurkan Rp253,6 Miliar, Pemprov DKI Gratiskan 103 Sekolah Swasta

22 April 2026 - 00:26 WIB

Mutiara Faiza Siswi MAN Insan Cendekia Tembus 7 Kampus Dunia, Dapat Beasiswa 80 Persen ke Jepang

14 April 2026 - 00:01 WIB

Trending di Info Akademia