MATRASNEWS, DEMAK – Produsen ban asal Tiongkok, Sailun Group, secara resmi mengukuhkan investasi senilai USD 251,44 juta (sekitar Rp4 triliun) di Indonesia dengan mengoperasikan fasilitas manufaktur ban terbarunya di Demak, Jawa Tengah. Pabrik yang mulai beroperasi sejak Mei tahun lalu ini menandai babak baru ekspansi perusahaan di pasar Asia Tenggara.
Fasilitas produksi yang dijalankan oleh PT Sailun Manufacturing Indonesia di kawasan JIPS (Jatengland Industrial Park Sayung) ini menargetkan fase produksi penuh pada tahun 2024. Kapasitas produksinya mencapai 3 juta ban per tahun, mencakup berbagai segmen: ban radial mobil penumpang (PCR), truk dan bus (TBR), serta ban alat berat (OTR) dengan merek khusus Maxam.
“Pabrik Sailun Indonesia adalah fasilitas produksi multi-produk yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan dari kendaraan penumpang, niaga, hingga alat berat,” jelas Gao Liting, Wakil Presiden Pusat Manufaktur Sailun Group, dalam jumpa media di Semarang, Rabu (17/1).
Kehadiran Sailun sebenarnya telah diperkenalkan lebih dulu ke publik Indonesia melalui ajang GIIAS 2025, dengan membawa tiga merek andalannya: Sailun (premium), RoadX, dan Blackhawk.
Lebih dari sekadar pabrik, Sailun mengimplementasikan strategi bisnis terintegrasi yang mencakup pusat riset dan pengembangan (R&D), penjualan, hingga layanan purna jual. “Ini adalah ekosistem bisnis lokal yang mampu beroperasi secara mandiri, digerakkan oleh kebutuhan lokal,” ungkap Cao Guo Qiang, General Manager Asia Region & PT Sailun Tire Indonesia.
Dengan dukungan jaringan mitra lokal, Sailun Indonesia berkomitmen membangun sistem distribusi terstruktur untuk menjamin ketersediaan produk dan layanan kompetitif di seluruh wilayah Indonesia.
Eko Supriyatin, Direktur Sales & Marketing PT Sailun Tire Indonesia, menekankan bahwa kehadiran ini adalah wujud nyata semangat ‘Made in Indonesia’. “Kami membangun ekosistem produk dan layanan yang lengkap, yang berakar di sini,” ujarnya.
Kehadiran Sailun Group diharapkan tidak hanya memperkuat industri ban nasional dan membuka lapangan kerja, tetapi juga menegaskan posisi Indonesia dalam rantai pasok otomotif global.
Cek Berita lain di Google News











