Menu

Mode Gelap
Membangun Bantalan Hidup Keluarga di Tengah Ketidakpastian Ekonomi BBQ Night & Piano Lounge di Golden Boutique: Nostalgia Nini Carlina hingga Tommy J. Pisa Aston Kartika Grogol Luncurkan Paket Long Weekend Deal Kasatpol PP Kota Bekasi Klarifikasi Polemik Penugasan Satlinmas Komisi IV DPRD Bekasi Soroti SPMB 2026, Pertegas Kesiapan Website Hotel GranDhika Iskandarsyah Siapkan Liburan Long Weekend Mei 2026

Tekno

Sovereign AI Jadi Kunci Melindungi Kepentingan Nasional di Era Digital

badge-check


					Keterangan Foto Ilustrasi Perbesar

Keterangan Foto Ilustrasi

Matras News, Jakarta – Pengembangan Sovereign AI atau kemampuan untuk menghasilkan produk kecerdasan artifisial (AI) menggunakan infrastruktur, data, tenaga kerja, dan jaringan bisnis sendiri menjadi langkah strategis dalam melindungi dan memajukan kepentingan nasional di era digital yang berkembang pesat.

Hal ini disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, dalam acara Lintasarta Cloudeka Sovereign AI Empowering Indonesia’s Future di Jakarta Pada, Rabu 21 Agustus 2024.

“Kita harus memastikan bahwa AI yang kita kembangkan mampu melindungi kedaulatan dan kepentingan nasional kita. 

Sovereign AI adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa teknologi ini berfungsi dalam koridor yang sesuai dengan regulasi dan peraturan negara kita,” ujar Menkominfo.

Menurut Budi Arie, penerapan Sovereign AI mendapat perhatian serius dari pemerintah karena pada 2025, investasi sektor swasta di bidang ini diperkirakan mencapai US$200 miliar (sekitar Rp3,1 kuadriliun).

Selain itu, total investasi untuk teknologi terintegrasi antara AI dan komputasi awan (cloud computing) pada 2030 diperkirakan mencapai US$397 miliar (sekitar Rp6,1 kuadriliun).

“Ini adalah indikasi jelas betapa vitalnya teknologi ini bagi masa depan ekonomi dan keamanan digital kita,” tambahnya.

Budi Arie menjelaskan bahwa teknologi cloud computing memainkan peran sentral dalam pengembangan Sovereign AI karena menyediakan infrastruktur yang memungkinkan pengembangan dan penerapan model AI secara efisien tanpa harus membangun dan mengelola pusat data secara fisik.

Namun, dia juga mengingatkan tentang tantangan yang perlu dihadapi dalam pengembangan cloud computing di Indonesia, mulai dari perbedaan tingkat penetrasi internet di beberapa wilayah, keterbatasan talenta digital di bidang cloud computing, hingga isu keamanan data.

“Untuk mengatasi tantangan ini, kita perlu mengadopsi strategi implementasi cloud computing yang komprehensif, mendorong pengembangan infrastruktur cloud nasional, serta memastikan privasi dan keamanan data dengan standar keamanan siber yang ketat,” jelas Menkominfo.

Dia juga mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk saling berkolaborasi dan menampung berbagai masukan guna pengembangan AI yang inklusif, aman, dan terpercaya, sekaligus menjadikan AI berfungsi untuk manusia dan kemanusiaan.

“Kolaborasi antara sektor publik dan swasta sangat penting untuk mempercepat inovasi dan investasi dalam teknologi cloud.

Ini termasuk memperkuat ekosistem teknologi digital di Indonesia dan memajukan Sovereign AI sebagai bagian dari visi besar menuju masa depan digital yang lebih baik,” pungkas Budi Arie Setiadi.

Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Mantan Menkominfo Periode 2014-2019 Rudiantara, CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha, CEO Lintasarta Bayu Hanantasena, serta Head of Developer Program ASEAN and ANZ NVIDIA Deb Goswami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Solusi Distribusi Modern dengan Software Logistik

13 April 2026 - 00:12 WIB

Solusi Distribusi Modern dengan Software Logistik

XLSMART Hadirkan Kecepatan Sampai 500 Mbps Instant Roaming di 75 Negara

6 April 2026 - 00:02 WIB

XLSMART Catat Lonjakan Trafik Data Selama Lebaran 2026

3 April 2026 - 02:24 WIB

Samsung Dukung Konser Tur Dunia Boyband Korea BTS

31 Maret 2026 - 00:01 WIB

Samsung Memperkenalkan Teknologi Gaming 3D Tanpa Kacamata dan HDR10+ di GDC 2026

16 Maret 2026 - 02:18 WIB

Trending di Tekno