Data di Balik Kekhawatiran
Survei terhadap 1.000 pengemudi di berbagai wilayah mengungkap fakta mencengangkan: 72 persen menjadikan ojol sebagai sumber penghasilan utama, dan 87 persen telah menekuni profesi ini lebih dari satu tahun. Artinya, ini bukan lagi pekerjaan sementara, melainkan tulang punggung kehidupan jutaan keluarga.
Ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli, menyoroti bahwa persoalan utama pengemudi justru pada transparansi algoritma, kepastian insentif, dan mekanisme tarif. “Status UMKM tidak boleh mengalihkan perhatian dari persoalan utama,” ujarnya.
Pelajaran dari Brasil
Indonesia bisa belajar dari pengalaman Brasil yang menerapkan mekanisme opt-in. Dalam skema ini, pekerja platform dapat memilih secara sukarela menjadi pelaku usaha mikro tanpa kehilangan hak yang telah dimiliki sebelumnya.
Direktur Program INDEF, Eisha Maghfiruha Rachbini, mengingatkan legalitas UMKM hanya akan bermakna jika diikuti akses nyata terhadap pembiayaan, pelatihan, dan perlindungan sosial. Terutama kepastian mengenai BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan selama masa transisi.
Kebijakan ini sedang dalam tahap finalisasi melalui Peraturan Presiden yang melibatkan lintas kementerian . Yang pasti, perubahan status ini bukan sekadar administratif. Di sinilah letak taruhannya: apakah ini jalan menuju kesejahteraan, atau justru perangkap baru bagi jutaan pengemudi?
Ikuti berita terkini di Google News











Komentar ditutup.