BMKG mencatat hujan intensitas lebat antara lain Nusa Tenggara Timur 63,2 mm per hari, Jawa Tengah 77,2 mm per hari, Jawa Timur 72,5 mm per hari, Jawa Barat 53,1 mm per hari, Sumatra Barat 67,5 mm per hari, dan Jambi 57,5 mm per hari
MATRASNEWS, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hujan dengan intensitas lebat melanda sejumlah wilayah Indonesia pada awal Maret 2026. Fenomena ini dipicu dinamika atmosfer, termasuk keberadaan tiga bibit siklon tropis di selatan Indonesia yang meningkatkan potensi cuaca ekstrem.
Prakirawan BMKG Hasalika Nurjana melaporkan, beberapa wilayah mencatat curah hujan cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. “BMKG mencatat hujan intensitas lebat antara lain Nusa Tenggara Timur 63,2 mm per hari, Jawa Tengah 77,2 mm per hari, Jawa Timur 72,5 mm per hari, Jawa Barat 53,1 mm per hari, Sumatra Barat 67,5 mm per hari, dan Jambi 57,5 mm per hari,” dalam laporan prakiraan cuaca mingguan periode 6-12 Maret 2026, Jumat (6/3).
Menurut Hasalika, tingginya intensitas hujan dipengaruhi keberadaan tiga bibit siklon tropis—90S, 93S, dan 92P—di wilayah selatan Indonesia. Bibit siklon 90S berada di Samudera Hindia barat daya selatan Jawa Timur dan bergerak ke timur. Sistem ini diprediksi melemah dalam 48-72 jam ke depan, namun memicu terbentuknya low level jet serta daerah konvergensi dan konfluensi dari perairan selatan Banten hingga selatan Nusa Tenggara Barat.











