Sementara bibit siklon 93S terpantau di perairan barat Australia Barat bergerak ke barat hingga barat daya dengan intensitas sedang dalam 2-3 hari ke depan. Adapun bibit siklon 92P di Teluk Carpentaria bergerak ke barat hingga barat daya dan diprediksi melemah dalam 48-72 jam, namun tetap memicu low level jet serta konvergensi dari laut timur hingga Laut Arafura bagian selatan.
Pengaruh Fenomena Global
Selain bibit siklon, kondisi cuaca dipengaruhi pertemuan angin monsun utara dengan aliran baratan dari Samudra Hindia, serta aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) di fase 5 di wilayah maritim kontinen. “Dalam sepekan ke depan, MJO diprediksi masih berada pada fase tersebut sehingga mendukung pembentukan awan hujan, terutama di Indonesia bagian timur,” kata Hasalika. Aktifnya gelombang ekuatorial Rossby dan Kelvin turut memperkuat potensi pertumbuhan awan hujan.
BMKG memprakirakan pada 6-8 Maret 2026, cuaca umumnya didominasi hujan ringan hingga sedang. Namun, peningkatan hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Peringatan dini siaga hujan lebat disertai kilat atau petir serta angin kencang meliputi Kepulauan Bangka Belitung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Untuk periode 9-12 Maret 2026, cuaca masih didominasi hujan ringan hingga sedang. Namun potensi hujan sedang hingga lebat perlu diwaspadai di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
BMKG menetapkan peringatan dini siaga hujan lebat disertai kilat dan angin kencang di Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.
“BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Masyarakat agar memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG,” ujar Hasalika.
Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.











