Menu

Mode Gelap
Garut Menduduki Peringkat Pertama Daerah dengan Janda Muda Terbanyak XLSMART for BUSINESS Mendukung Transformasi Digital Lions Club Indonesia Dukung Atlet Difabel Lewat Konvensi ke-50 Kuasa Hukum Susana Tindaklanjuti Kasus ke Polda Metro dan Ombudsman 17 Pendaki Dievakuasi, 3 Masih Hilang Akibat Erupsi Gunung Dukono DPC HILLSI Kota Bekasi Dilantik, Target Gaet 147 LPK

Info Akademia

Tiga Kunci Sukses Penerapan Pendidikan Karakter di Indonesia

badge-check


					Tiga Kunci Sukses Penerapan Pendidikan Karakter di Indonesia Perbesar

Matras News, Bandung – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, mengungkapkan tiga kunci sukses dalam penerapan pendidikan karakter di Indonesia.

Kunci tersebut meliputi pendidikan berbasis akidah dan akhlak, pembelajaran yang menyenangkan dan menghargai potensi setiap anak, serta penguatan kemitraan strategis antara pemerintah dan sekolah swasta.

Dalam acara silaturahmi bersama Yayasan Pendidikan Persatuan Guru Islam Indonesia (YP PGGI) di Bandung pada Rabu, 9 April 2025, Wamen Atip menilai PGGI telah berhasil menciptakan suasana pembelajaran yang penuh kasih.

Ia mengapresiasi inovasi yang diterapkan, seperti pendekatan deeper learning dan pembelajaran berbasis proyek.

Selain itu, ia juga mengapresiasi fasilitas modern yang dimiliki PGGI, termasuk lapangan basket berstandar nasional dan masjid multifungsi yang mendukung keseimbangan spiritual dan sosial siswa.

“Ini bukti nyata bahwa sekolah swasta bisa sejajar bahkan melampaui sekolah negeri dalam hal kualitas. Mari kita terus bangun pendidikan yang memerdekakan dan memanusiakan demi masa depan generasi Indonesia yang unggul,” ujar Atip.

Walikota Bandung, Muhammad Farhan, juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Bandung dalam mendukung pendidikan inklusif dan berkeadilan.

Karena dari 36 ribu lulusan SD di Bandung, hanya setengahnya yang dapat melanjutkan ke SMP negeri. “Selain itu, juga pentingnya keberadaan sekolah swasta untuk memastikan pendidikan tetap terjangkau dan merata,” ujarnya.

Wamen Atip menekankan bahwa pendidikan seharusnya tidak hanya berfokus pada nilai akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter yang cerdas secara intelektual, luhur secara moral, dan tangguh menghadapi tantangan zaman.

“Pendidikan bermutu adalah hak setiap anak Indonesia. Kita tidak hanya ingin menghasilkan generasi yang cerdas, tetapi juga yang berakhlak dan siap bersaing secara global,” ungkapnya.

Atip juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga masyarakat, pesantren, dan organisasi keagamaan untuk menciptakan sistem pendidikan yang merata dan berkualitas.

Pesantren, menurut Atip, berperan sebagai pilar peradaban masa depan dan harus aktif berinovasi untuk mencetak santri yang tidak hanya paham agama, tetapi juga menguasai teknologi, bahasa asing, dan kepemimpinan global.

“Pendidikan adalah proyek bangsa. Pemerintah, masyarakat, guru, orang tua, dan murid semua punya peran. Mari kita bergandengan tangan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik,” pungkas Atip.

Melalui kolaborasi dan gotong royong, pendidikan bermutu di Indonesia bukan lagi impian, melainkan cita-cita yang siap diwujudkan bersama.

Baca Lainnya

PIER Universitas Paramadina dan KAS Latih 30 Guru Demokrasi

8 Mei 2026 - 11:31 WIB

Pelajar Indonesia Raih Emas di Olimpiade Matematika Paris

6 Mei 2026 - 00:04 WIB

Disabilitas Daksa, Doktor UNAIR Raih IPK Sempurna 4,00

3 Mei 2026 - 00:36 WIB

Orasi Ilmiah, Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness

27 April 2026 - 01:16 WIB

Kucurkan Rp253,6 Miliar, Pemprov DKI Gratiskan 103 Sekolah Swasta

22 April 2026 - 00:26 WIB

Trending di Info Akademia